Pangkep Berhasil Tekan Angka Stunting, 74 Inovasi Konvergensi Jadi Kunci

PANGKEP– Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mencatat pencapaian signifikan dalam upaya menurunkan prevalensi stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Studi Konsumsi Gizi Individu (SKI), angka stunting di Pangkep turun dari 34,1% pada tahun 2022 menjadi 25,2% pada tahun 2024. Sementara itu, data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) juga menunjukkan penurunan dari 10,6% menjadi 9,3% dalam periode yang sama.

Wakil Bupati Pangkep, Abd Rahman Assagaf, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai intervensi strategis yang diterapkan secara intensif. Langkah-langkah yang diambil mencakup pemeriksaan anemia bagi remaja putri, bantuan pangan untuk perempuan usia subur dari keluarga miskin, serta pemberian makanan pendamping ASI bagi anak usia 6–23 bulan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, audit kasus stunting di Pangkep menyasar lima kelompok utama, calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta, dan balita. Pendekatan yang digunakan mencakup aspek gizi, edukasi, serta layanan kesehatan yang terintegrasi.

Dalam Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 28 Mei 2025, Wakil Bupati memaparkan bahwa dari total penduduk Pangkep sebanyak 361.791 jiwa, terdapat 17.410 keluarga berisiko stunting (34,39%).

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Pangkep telah meluncurkan 74 inovasi konvergensi yang diterapkan hingga tingkat desa dan kelurahan. Seluruh inovasi ini terdokumentasi dalam buku Pangkep Hebat Berkelanjutan, yang menjadi panduan dalam upaya menekan angka stunting secara sistematis.

Wakil Bupati Pangkep menegaskan bahwa sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan program ini.

“Inovasi dan evaluasi rutin setiap Senin menjadi komitmen kami. Kolaborasi lintas OPD dan masyarakat adalah kunci menekan angka stunting secara berkelanjutan,” ujar Wabup.

Dengan berbagai inovasi yang telah diterapkan, Pangkep optimis untuk terus memperkuat aksi konvergensi guna mewujudkan generasi yang lebih sehat dan bebas dari stunting di masa mendatang.(*)

Pos terkait