JK Tegaskan Dialog Kunci Perdamaian Dunia: “Tak Perlu Perang”

JAKARTA — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), kembali menegaskan bahwa jalan damai selalu terbuka selama ada kemauan berdialog. Hal ini disampaikan JK usai menghadiri seminar warisan Martti Ahtisaari bertajuk “The Future of Peace Mediation” yang digelar di Mayapada Tower, Jakarta, Senin, 30 Juni 2025.

Dalam forum yang mengenang jasa Presiden Finlandia sekaligus peraih Nobel Perdamaian 2008 tersebut, JK menekankan pentingnya merawat semangat mediasi dalam menyelesaikan konflik, baik dalam negeri maupun di tingkat global.

Bacaan Lainnya

“Ini menjadi pelajaran bahwa sebuah konflik bisa diselesaikan dengan dialog. Tidak perlu perang,” ujarnya kepada para wartawan.

Sebagai tokoh penting dalam penyelesaian konflik di Aceh, Poso, dan Ambon, JK menyoroti bahwa syarat utama keberhasilan mediasi adalah kepercayaan terhadap sosok mediator dan rasa hormat terhadap semua pihak yang terlibat.

“Mediator itu harus punya trust. Kedua, harus bisa menjaga kehormatan semua pihak. Jangan sampai ada yang merasa kalah atau dipermalukan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, JK juga menyinggung konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina yang kini melibatkan kekuatan global seperti Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, penyelesaian konflik tersebut sangat ditentukan oleh dua figur kunci: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Kuncinya ada di tangan mereka. Kalau mereka mau berdialog, perdamaian bukan hal mustahil,” ucapnya lugas.

Martti Ahtisaari, mantan Presiden Finlandia, dikenal luas atas kiprahnya sebagai mediator damai dalam berbagai konflik internasional. Namanya melekat erat dalam proses perdamaian Aceh melalui MoU Helsinki yang menjadi tonggak bersejarah rekonsiliasi di Indonesia.

Penghargaan Nobel Perdamaian yang ia raih pada 2008 menegaskan dedikasinya selama lebih dari 30 tahun dalam memediasi konflik di berbagai belahan dunia, termasuk Namibia dan Kosovo.(*)

Pos terkait