JAKARTA– Jakarta Future Festival (JFF) 2025 menjadi ajang pembuktian kekuatan ekonomi kreatif Indonesia melalui kolaborasi lintas-subsektor. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menyebut acara ini sebagai contoh nyata bagaimana berbagai elemen ekonomi kreatif dapat bersinergi dalam menghasilkan inovasi dan peluang baru.
Salah satu sorotan utama dalam festival yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta adalah Sekuya Livery Design Contest 2025, yang menampilkan desain mobil balap Radical SR-1 karya Yanuardi Irfan, mahasiswa desain produk Universitas Mercu Buana Jakarta. Dengan dominasi warna pink, desain ini mengusung filosofi pixel art dan menghadirkan ikon khas Jakarta seperti Monas dan ondel-ondel.
“Hal yang paling penting yaitu kreasi desain dari kreator Indonesia yang luar biasa. Inilah asas dan nafas dari kolaborasi para pejuang ekonomi kreatif,” ujar Wamen Ekraf Irene dalam acara car unveiling di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, pada 15 Juni 2025.
Tidak hanya menampilkan estetika visual, mobil balap Radical SR-1 juga menunjukkan keterlibatan sejumlah perusahaan dalam ekosistem kreatif, seperti Liqui Moly, Maxdecal Professional Adhesive Manufacture, dan Sekuya yang memadukan unsur esports dan otomotif.
Menanggapi keberhasilan event ini, Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania berharap inovasi seperti ini bisa berlanjut ke ajang balap yang lebih besar. “Mudah-mudahan mobil balap ini bisa dipergunakan di Sirkuit Mandalika bulan Juli nanti, sekaligus mengharumkan nama Indonesia,”katanya.
JFF 2025 juga menggelar soft launching Indonesia Game Week, sebuah inisiatif dari MRT Jakarta yang akan berlangsung dari 6-10 Agustus 2025 sebagai bagian dari perayaan Hari Gim Nasional.
“Jakarta sudah siap menjadi kota global, dan ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi ini,” tutup Wamen Ekraf Irene.(*)






