JAKARTA– Kejaksaan Agung Republik Indonesia menggelar prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi 30 pejabat eselon II serta sejumlah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Rabu, 29 April 2026.Pelantikan ini menandai rotasi dan promosi jabatan strategis di berbagai bidang, mulai dari tindak pidana umum, tindak pidana khusus, intelijen, pengawasan, hingga pembinaan. Sejumlah nama baru dipercaya memimpin Kejaksaan Tinggi di berbagai provinsi, sementara beberapa pejabat lainnya menempati posisi penting di lingkungan Kejaksaan Agung.
Di antara pejabat yang dilantik, Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol menjabat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Abd Qohar AF sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sugeng Riyanta sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, serta Sila Haholongan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Selain itu, Didik Farkhan Alisyahdi dipercaya sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, sementara Ardito Muwardi menempati posisi Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
Nama lain yang turut dilantik antara lain Dwi Agus Arfianto sebagai Direktur pada JAM Pidum, Hermon Dekristo sebagai Sekretaris JAM Pidmil, Sutikno sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, serta I Dewa Gede Wirajana sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.
Muhibuddin kini memimpin Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dedie Tri Hariyadi di Sumatera Barat, Zullikar Tanjung di Sulawesi Tengah, Teguh Subroto di Jawa Tengah, Budi Hartawan Panjaitan di Sulawesi Barat, Sumurung Pandapotan Simaremare di Gorontalo, Setiawan Budi Cahyono di Bali, dan Saiful Bahri Siregar di Bengkulu.
Selain jajaran Kajati, pelantikan juga mencakup pejabat struktural lain seperti inspektur, direktur, serta kepala pusat di berbagai bidang. Di antaranya Harli Siregar sebagai Inspektur III JAM Pengawasan, Sukarman Sumarinton sebagai Inspektur Keuangan III, Riyono sebagai Inspektur Keuangan I, Edi Handojo sebagai Direktur I JAM Intelijen, Abdullah Noer Deny sebagai Direktur IV JAM Intelijen, serta Lila Agustina sebagai Kepala Pusat Kesehatan Yustisial.
Pelantikan ini dipandang sebagai langkah konsolidasi kelembagaan untuk memperkuat fungsi penegakan hukum di tengah tuntutan era Revolusi Industri 5.0. Para pejabat baru diingatkan agar segera beradaptasi dengan dinamika digitalisasi dan kecerdasan buatan, meninggalkan pola kerja lama, serta mengedepankan integritas dan pengawasan melekat dalam setiap lini.
Rotasi dan promosi jabatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kejaksaan dalam menjaga marwah institusi, dengan menempatkan pejabat yang dinilai memiliki kapasitas manajerial dan kemampuan adaptif untuk menjawab tantangan zaman. (*)






