PT Bumi Mineral Sulawesi Jalin Kesepakatan dengan Sumitomo untuk Ekspor Nickel Matte ke Korea

Afifuddin Kalla (Direktur BMS) - Akbar Buchari (ketua umum BPP HIPMI) - Nami Katagiri (General Manager, Non Ferrous Metals Strategic Business Unit Sumitomo Corporation)

JEPANG – PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sumitomo Corporation terkait rencana penjualan nickel matte ke pasar Korea.

Penandatanganan MoU berlangsung di Paviliun Indonesia, World Expo Osaka, Jepang, dengan dihadiri oleh perwakilan kedua perusahaan serta tokoh penting dari dunia usaha Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut, BMS diwakili oleh Direktur Afifuddin Kalla dan Faisal Suhaeli, sementara Sumitomo diwakili oleh General Manager Nami Katagiri, Team Leader Nickel Akihiko Miyauchi, Assistant Head Kotaro Fujita, serta perwakilan Sumitomo Indonesia, Sandy Purwagandhi.

Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Buchari, turut menyaksikan penandatanganan MoU ini dan memberikan apresiasi terhadap kerja sama antara BMS dan Sumitomo. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong hilirisasi industri dan meningkatkan ekspor demi menciptakan neraca perdagangan yang positif.

“Kesepakatan ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di dalam negeri untuk meningkatkan ekspor nasional, bukan hanya di sektor mineral tetapi juga di sektor-sektor lain seperti pertanian yang menjadi prioritas Presiden Prabowo,” ujar Akbar.

Operasional Smelter BMS

Smelter BMS yang berlokasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan mulai dibangun pada Januari 2022 dan resmi beroperasi pada April 2024. Saat ini, smelter telah mengoperasikan 1 Line SKEF Ferronickel FeNi (Pabrik 1), dengan kapasitas produksi sebagai berikut:

– SKEF Line 1 – Ferronickel (FeNi): 100 ton/hari & 33.000 ton/tahun
– RKEF Line 2 – High Nickel Matte: 30 ton/hari & 10.100 ton/tahun
– RKEF Line 2 – Nickel Sulfate (NiSo4): 95 ton/hari & 31.400 ton/tahun
– OESBF Line 3 – High Nickel Matte: 30 ton/hari & 10.100 ton/tahun
– OESBF Line 4 – High Nickel Matte: 30 ton/hari & 10.100 ton/tahun

Produk turunan yang dihasilkan oleh Smelter BMS meliputi Ferronickel (FeNi), Nickel Matte, dan Nickel Sulfate (NiSo4).

Selain kerja sama dengan Sumitomo, BMS telah menjalin kontrak dengan sejumlah perusahaan lain untuk penjualan hasil smelternya:
– Trafigura – Total USD 222.590
– Anhui Wanxin – Total USD 9.600.000
– Yieh United Steel Corp – Total USD 1.872.000
– Mitsui – Total USD 2.455.000

BMS juga berencana memproduksi bahan baku untuk baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi ekspansi industri hijau. Namun, saat ini belum ada penjualan untuk komoditas tersebut.

Kesepakatan dengan Sumitomo diharapkan dapat memperkuat industri pengolahan nikel nasional dengan meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor tambang melalui pemanfaatan teknologi pengolahan mineral. Selain berkontribusi terhadap perekonomian nasional, BMS juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan, seperti energi air, guna mengurangi emisi dan meningkatkan keberlanjutan operasionalnya.

Sebagai perusahaan yang mengedepankan aspek lingkungan dan sosial, BMS terus berupaya mengimplementasikan praktik industri yang bertanggung jawab guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.(*)

 

Pos terkait