JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Dicoding Indonesia menjajaki kolaborasi pelatihan AI massal untuk talenta digital guna menjawab kebutuhan lapangan kerja digital di sektor kreatif hingga 2026. Rencana kolaborasi ini fokus pada pengembangan sejumlah subsektor ekonomi kreatif.
“Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem talenta ekonomi kreatif berbasis teknologi yang selaras dengan kebutuhan industri masa kini,” ungkap Menteri Ekraf saat menerima audiensi dari platform edukasi teknologi Dicoding Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis, 31 Juli 2025.
Dicoding Indonesia dikenal sebagai penyedia kursus daring, pelatihan, dan sertifikasi di bidang pemrograman, pengembangan aplikasi, serta teknologi digital lainnya.
Dicoding sudah bekerja sama dalam penyelenggaraan Badan Ekraf Developer Day (BDD) dan Badan Ekraf Digital Talent (BDT) semenjak 2016. Untuk itu, Menteri Ekraf siap melanjutkan program tersebut yang sesuai dengan 8 program unggulan Kementerian Ekraf, yaitu Talenta Ekraf.
Menteri Ekraf menyampaikan bahwa kementerian terbuka terhadap masukan dari para pelaku industri digital dalam menyusun program kerja pada 2026.
“Untuk 2025 semester kedua, kami fokus menjalankan program yang telah berjalan. Namun, untuk 2026, kami terbuka terhadap usulan pelatihan yang benar-benar dibutuhkan agar relevan dengan perkembangan teknologi,” ujar Menteri Ekraf.
CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, menyampaikan bahwa saat ini Dicoding memiliki lebih dari 1,1 juta anggota, dengan 770.000 di antaranya menerima program beasiswa.
“Lulusan kami saat ini berjumlah 190.000, dan 80% dari peserta program intensif berhasil bekerja di perusahaan teknologi dalam enam bulan setelah lulus,” ungkapnya.
Kementerian Ekraf berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor digital sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing ekonomi kreatif nasional.
Kerja sama dengan platform seperti Dicoding diharapkan dapat memperluas akses pelatihan, meningkatkan kompetensi, serta menciptakan lebih banyak peluang kerja di sektor teknologi berbasis kreativitas di mana sesuai dengan 8 program unggulan Asta Ekraf dan Talenta Ekraf.
Audiensi ini turut dihadiri jajaran pimpinan Dicoding, antara lain Director of Government Affairs Mutiara Arumsari, Chief Operating Officer Kevin Kurniawan, dan Chief Learning Officer Oon Arfiandwi.
Dari pihak Kementerian Ekraf, hadir Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Plt. Direktur Aplikasi Wahyu Wicaksono, Direktur Teknologi Digital Baru Dandy Yudha Feryawan, serta Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf Siam Wahyuni.(*)






