MAKASSAR — Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk membawa olahraga lima disiplin ini ke panggung nasional dan internasional. Bertempat di Hotel Horison Makassar, Sabtu, 9 Agustus 2025, Musyawarah Provinsi (Musprov) I MPI Sulsel resmi dibuka, dirangkaikan dengan pelatihan wasit dan juri tingkat nasional.
Ketua Panitia Pelaksana, Irmawati Syahrir, melaporkan bahwa seluruh 24 peserta pelatihan wasit dan juri dinyatakan lulus, termasuk dua perwakilan dari MPI Kota Parepare. “Ini bukti bahwa Sulsel tidak hanya mencetak atlet, tapi juga SDM pendukung yang kompeten,” ujarnya.
Ketua MPI Sulsel, St Diza Rasyid Ali, dalam sambutannya menggelorakan semangat untuk menjadikan Sulsel sebagai pusat prestasi modern pentathlon. “Saya senang dengan prestasi! Saya sudah merasakan bangganya melihat bendera Indonesia berkibar diiringi lagu Indonesia Raya di negara yang selama ini kita anggap tak terkalahkan. Putra-putri Bugis Makassar sanggup menghadirkan kejutan emas,” tegasnya penuh emosi.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya bertepuk tangan untuk orang lain, tapi menciptakan momen di mana dunia bertepuk tangan untuk Sulsel. “Leluhur kita mewariskan sifat petarung, pemberani, dan sportif. Mari kita warisi dengan prestasi,” tambahnya.
Musprov I MPI Sulsel diikuti oleh 8 Pengkab dan Pengkot se-Sulsel, dengan dukungan penuh dari KONI Sulsel. Ketua KONI Sulsel, Yasir Machmud, berharap daerah lain segera menyusul membentuk kepengurusan agar ekosistem pentathlon semakin kuat.
Sekjen Pengurus Pusat MPI, Marsma TNI Ridwan Gultom, menyebut Sulsel sebagai “mesin pencetak atlet pentathlon.” Ia mengungkapkan bahwa meski baru setahun berjalan, MPI telah melahirkan atlet yang lolos ke Polri dan TNI, serta dua atlet Sulsel yang kini masuk Pelatnas.
Prestasi MPI Sulsel tak berhenti di pelatihan dan Musprov. Dalam Kejurnas MPI, Sulsel berhasil meraih juara umum II. “Lewat tanganmu, ini bukan sekadar rezeki, tapi prestasi. Bantu cabor apapun agar anak Sulsel menjadi cerita dunia,” pesan St Diza.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekjen MPI Pusat, Pangdam Hasanuddin, Kapolda Sulsel, Ketua DPRD Sulsel, Ketua Pemuda Pancasila dari 24 kabupaten/kota, serta Ketua Cabor Pertina. Kehadiran lintas tokoh ini menegaskan bahwa modern pentathlon bukan hanya olahraga, tapi gerakan bersama membangun karakter dan kebanggaan daerah.(*)






