Welem Sambolangi,:Program Satu Data  Dicanangkan Presiden Segera Diimplementasikan

MAMASA,– Bupati Mamasa Welem Sambolangi,berharap program satu data seperti yang dicanangkan presiden harus segera diimplementasikan

“Saya berharap program satu data seperti yg dicanangkan presiden harus segera diimplementasikan sehingga setiap OPD harus melakukan kolaborasi untuk mewujudkan project ini”

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Bupati Mamasa dalam sambutannya, saat menghadiri acara Pembinaan Statistik Sektoral dan Pencanangan desa cinta statistik (Desa Cantik) yang diselenggarakan di Aula Hotel Sajojo Mamasa, Kamis 31/7/2025.

Dia menekankan pentingnya kegiatan pembinaan data sektoral, karena data adalah dasar perencanaan, implementasi dan evaluasi pembangunan.

“Semua bidang pembangunan yg kita dikoordinasikan ke pemerintah pusat, pastinya yang ditanyakan pertama adalah data. Jadi tanpa data semuanya akan sulit dalam memaparkan dan menyampaikan perencanaan pembangunan yg dibutuhkan dari pemerintah pusat.” Terangnya.

Ia meminta kepada pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Mamasa untuk melakukan pengukuran terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan bagaimana respon masyarakat terhadap pelayanan pemerintah” Pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala BPS Mamasa Aan Setyawan memaparkan tujuan pelaksanaan kegiatan pembinaan statistik sektoral yang meliputi penguatan dan akurasi data sektor sebagai dasar dalam mengembangkan data yang akurat untuk menjadi dasar pelaksanaan pembangunan di kabupaten Mamasa.

Selain pembinaan data juga dilakukan pengukuhan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang bertujuan mengoptimalkan pengembangan pembangunan di desa.

“Data desa yang rapih menjadi dasar untuk pengembangan SDM masyarakat desa.” Kata Aan Setyawan.

Aan memaparkan beberapa contoh data yg mesti diketahui, misalnya ada 97 ton kebutuhan gas elpiji per tahun yg diperlukan di Kabupaten Mamasa yang menjadi dasar dinas terkait untuk mengajukan proposal penambahan gas elpiji.
Kebutuhan beras untuk penduduk Mamasa minimal 18 ribu ton per tahun yang menjadi dasar perbandingan dengan berapa produksi beras yg harus dihasilkan oleh petani dalam setahun.

Ia juga memaparkan tantangan BPS saat ini adalah sumber-sumber data yg berbeda-beda.
Ke depannya diperlukan pemahaman data yg serangan dari OPD terkait untuk data yg kuat dan lebih baik lagi seperti yg disampaikan Bupati Mamasa terkait satu data.

“Memang pembangunan mahal,tapi pembangunan tanpa data yg tepat akan jauh lebih mahal lagi. ” Tutup Aan(wan)

Pos terkait