Wabup Barru Ungkap Strategi Tekan Inflasi: IPH Turun Tajam, Daya Beli Terjaga!

Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si

SIDRAP — Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat melalui strategi konkret dan kolaboratif. Hal ini disampaikan dalam forum High Level Meeting & Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona III Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Sidrap, beberap waktu lalu.

Acara yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Provinsi Sulsel, H. Jufri Rahman, turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Sulsel serta para kepala daerah dan TPID dari enam wilayah yakni Barru, Pangkep, Sidrap, Pinrang, Parepare, dan Enrekang.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Sekprov Sulsel menekankan bahwa inflasi bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kesejahteraan rakyat. “Kebijakan harus responsif, menyentuh kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya, mengingatkan pentingnya sinergi antardaerah dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Wabup Abustan tampil dengan paparan yang memikat dengan strategi pengendalian inflasi Barru 2025 mencakup pasar penyeimbang, Gerakan Pangan Murah, program tambah tanam, perbaikan irigasi, hingga pengawasan mutu bahan pangan. Hasilnya pun nyata: Indeks Perkembangan Harga (IPH) Barru yang sempat berada di angka 1,44 pada Juni 2025, berhasil ditekan hingga -0,59 pada September. “Alhamdulillah, kolaborasi lintas sektor berhasil menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Keikutsertaan Barru dalam forum ini bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan bahwa Pemkab hadir dengan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Dengan pendekatan berbasis data dan aksi nyata, Barru menunjukkan bahwa pengendalian inflasi bisa dilakukan tanpa kehilangan arah keberpihakan sosial.

Forum TPID Zona III ini menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik baik, memperkuat kapasitas SDM, dan membangun koordinasi lintas kabupaten/kota dalam menghadapi dinamika harga dan pasokan pangan. Barru, dengan capaian dan strategi yang terukur, tampil sebagai contoh bagaimana daerah bisa adaptif, inovatif, dan tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat.(*)

Pos terkait