PANGKEP– Ratusan alumni dari berbagai angkatan Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin (UNHAS) berkumpul dalam sebuah temu akbar yang digelar di Desa Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Minggu, 26 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus merumuskan arah strategis pengembangan sektor perikanan ke depan.
Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Perikanan UNHAS, Dr. Muhammad Yusran Lalogau, yang juga menjabat sebagai Bupati Pangkep, turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antaralumni dalam mendorong kemajuan sektor perikanan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.
“Pertemuan ini bukan hanya ajang temu kangen, tapi juga ruang strategis untuk menyatukan visi dan merancang program-program nyata yang berdampak bagi masyarakat pesisir,” ujar Bupati Pangkep dua periode tersebut.
Salah satu alumni, H. Ibrahim Mukti, mengungkapkan antusiasme para peserta yang datang dari berbagai angkatan. “Semua alumni hadir, dari sekadar silaturahmi hingga membahas program-program yang bisa kita jalankan bersama,” ungkap Ketua Hiswana Migas Parepare tersebut.
H Ibrahim menjelaskan, IKA Perikanan UNHAS selama ini menggulirkan sejumlah usulan program kerja yang mencerminkan komitmen terhadap pengembangan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Di antaranya adalah:
– Pendidikan dan pelatihan selam untuk mendukung kegiatan riset dan konservasi laut
– Sertifikasi asesor kompetensi di bidang perikanan
– Penguatan program profesi insinyur perikanan
– Pelatihan kewirausahaan berbasis hasil laut
– Temu alumni pengusaha perikanan sebagai ajang berbagi pengalaman dan peluang usaha
– Program pendampingan nelayan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan
Tak hanya itu, para alumni juga menggagas pembangunan ekosistem digital khusus untuk dunia perikanan. Inisiatif ini diharapkan mampu memperluas akses informasi, mempercepat distribusi hasil tangkapan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha perikanan lokal.
“Digitalisasi adalah keniscayaan. Kita ingin dunia perikanan tidak tertinggal dalam transformasi ini. Harapannya, manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama nelayan dan pelaku UMKM perikanan,” tambah H. Ibrahim.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi antaralumni dapat menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya bagi institusi almamater, tetapi juga bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat pesisir.(*)






