PAREPARE– Ruang Aman Perempuan (RAPER) Parepare kembali menggelar musyawarah ketiga sebagai momentum memperkuat gerakan sosial dan advokasi perlindungan perempuan dan anak.
Sejak berdiri, RAPER telah menangani sejumlah kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak, menjadikannya salah satu garda terdepan dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas diskriminasi.
Dalam sambutannya, Ketua RAPER sebelumnya Uswatun Hasanah menegaskan harapan agar ruang aman ini benar-benar menjadi wadah yang mampu melindungi perempuan dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikologis, maupun kekerasan berbasis daring. “Semoga Ruang Aman Perempuan bisa menciptakan lingkungan yang sepenuhnya bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” ujarnya.
Musyawarah kali ini juga melahirkan kepengurusan baru. Ketua RAPER terpilih menyampaikan tekadnya untuk menghidupkan kembali semangat organisasi. “Harapan saya selaku ketua RAPER yang terpilih, semoga kepengurusan ini bisa lebih aktif, lebih maju, dan mampu menyelesaikan kasus dengan baik,” ungkapnya.
Musyawarah ke-3 RAPER Parepare bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk merevitalisasi gerakan advokasi. Dengan kepengurusan baru, RAPER diharapkan semakin responsif terhadap kasus-kasus kekerasan, sekaligus memperkuat jejaring sosial dalam mendorong perubahan kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.(*)






