PAREPARE— Sebanyak 58 Pekerja Migran Indonesia (PMI) deportasi dijadwalkan tiba di Pelabuhan Nusantara, Parepare, Senin, 22 Desember 2025, besok. Mereka pulang menggunakan KM Pantokrator dalam gelombang terakhir pemulangan.
Mayoritas PMI berasal dari kabupaten/kota di Sulawesi Selatan diantaranya, Bulukumba (11 orang), Bone (7 orang), Enrekang (4 orang), Barru dan Maros (masing-masing 2 orang), serta Sidrap, Luwu, Sinjai, dan Makassar (masing-masing 1 orang).
Selain itu, terdapat pula PMI deportasi dari NTT, NTB, Sulbar, dan Sulawesi Tengah. Koordinator P4MI Parepare, Laode Nur Slamet, menegaskan agar pemerintah daerah menunjukkan kepedulian dengan menjemput warganya masing-masing.
“Besok tiba naik KM Pantokrator. Kami berharap Pemda bisa menfasilitasi warganya. Semua perwakilan sudah kami sampaikan untuk hal tersebut,” ujarnya.
Laode menambahkan, pemulangan kali ini merupakan yang terakhir di tahun 2025. Namun, pihaknya menghadapi keterbatasan anggaran.
“Ini terakhir untuk tahun ini, tapi kami sudah kehabisan anggaran. Pusat juga tidak mau kecuali yang sakit dan jenazah yang dibiayai. Kami tunggu konfirmasi dari daerah, belum ada respon sampai sekarang,” jelasnya.
Dari catatan media ini, pemulangan PMI deportasi sebelumnya kerap berlangsung tanpa pendampingan resmi dari pemerintah daerah.
Banyak pekerja migran pulang sendiri, tanpa fasilitas transportasi maupun sambutan layak. Kondisi ini dinilai kontras dengan retorika pemerintah soal perlindungan pekerja migran.
Padahal, PMI disebut sebagai pahlawan devisa yang telah berjuang di luar negeri. Namun, ketika kembali ke kampung halaman, mereka justru diabaikan. (*)





