950 penumpang KM Cataliya jadi ujian pertama X-Ray baru di Pelabuhan Parepare. Senjata tajam bisa terdeteksi, narkoba masih abu-abu. Publik menunggu, apakah teknologi ini benar-benar jadi benteng baru melawan barang terlarang?
PAREPARE– Arus mudik Natal dan Tahun Baru 2025 di Kota Parepare mulai memuncak. Kapal Motor (KM) Cataliya yang berangkat dari Samarinda tiba dengan membawa 950 penumpang, menandai lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama jajaran Forkopimda, meninjau langsung posko pengamanan terpadu di Pelabuhan Nusantara. Ia memastikan arus mudik berjalan lancar, meski ada peningkatan jumlah penumpang.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Tahun ini berbeda karena sudah ada X-Ray di pelabuhan. Ini memudahkan langkah pengamanan, termasuk mendeteksi senjata tajam dan barang-barang mencurigakan,” ujar Tasming, Selasa, 23 Desember 2025.
Tasming menekankan, meski deteksi narkoba masih terbatas, keberadaan X-Ray menjadi harapan baru untuk memperketat penjagaan dan mencegah peredaran barang terlarang di Parepare.
Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada, menegaskan pihaknya menyiapkan tiga pos utama dalam operasi Nataru 2025 yakni Pos pengamanan, Pos terpadu di Lapangan Andi Makassar dan Pos pelayanan di Pelabuhan Nusantara.
Selain itu, pengamanan juga akan difokuskan di gereja-gereja saat malam Natal dan pergantian tahun. “Kami berterima kasih kepada KSOP dan Pelindo atas pengadaan X-Ray. Ini menjadi alat bantu penting mencegah masuknya barang terlarang. Situasi keamanan Parepare masih aman dan kondusif,” jelas Indra.
Sebanyak 400 personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah kota, dan stakeholder terkait dilibatkan dalam operasi ini. BM Pelindo Parepare, Beny menambahkan, selain X-Ray, pihaknya juga memperbaiki fasilitas terminal.
Diantaranya, penambahan AC dan kipas angin, Free Wi-Fi, Water station dan kebersihan toilet yang kini lebih terjaga. “Dulu ada keluhan air mati, sekarang sudah sistem semua. Kami monitor kebersihan dan kenyamanan penumpang secara rutin,”ungkapnya.
Kepala KSOP Kelas III Parepare, Shaiful Horry menambahkan, pemeriksaan penumpang kini lebih cepat karena penumpang mencurigakan langsung diarahkan ke X-Ray, sementara lainnya tetap melalui jalur manual. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 3–4 Januari 2026, saat gelombang kepulangan penumpang berlangsung.(*)





