Program Tari Edukatif Padi. Model UNIE-C yang dilaksanakan di Sanggar Seni Pajoge Andino, Kabupaten Sidenreng Rappang, merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
PISN adalah skema pengabdian kepada masyarakat yang dirancang untuk mendorong penerapan dan pengembangan hasil inovasi seni perguruan tinggi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penulis: Syakhruni
Program ini bertujuan menghubungkan karya-karya inovatif di bidang seni dengan komunitas sasaran secara lebih luas. Melalui PISN, inovasi seni tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga diimplementasikan, dimanfaatkan, dan diberdayakan oleh masyarakat.
Program ini berfungsi sebagai katalisator yang memperkuat keberlanjutan ekosistem seni budaya lokal, serta membentuk ruang kreatif yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Sanggar Seni Pajoge Andino yang telah beroperasi sejak 2013, berperan penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal melalui seni tari. Program Tari Edukatif Padi dirancang untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak usia sekolah dasar mengenai proses budidaya padi melalui seni tari.
Dengan menggunakan model UNIE-C (Understanding, Need, Interaction, Expression, Creativity), program ini mengajak anak-anak untuk memahami siklus pertanian melalui gerakan tari yang kreatif. Selain itu, model ini juga memperkenalkan konsep kolaborasi dan improvisasi dalam menciptakan gerakan tari yang menggambarkan tahapan agraria.
Pada 15 November 2025, program ini mencapai puncaknya dengan pertunjukan Tari Edukatif Padi yang diadakan di Monumen Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Pertunjukan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya dan pengetahuan agraria. Produk seni yang dihasilkan berhasil menarik perhatian masyarakat setempat, dengan lebih dari 80% peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang budidaya padi melalui ekspresi tari.
Program ini juga berhasil melibatkan masyarakat, termasuk orang tua dan fasilitator, yang turut berperan dalam mendukung keberhasilan program. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi salah satu kunci kesuksesan program ini dalam mengedukasi dan memberdayakan anak-anak untuk menghargai warisan budaya serta memahami pentingnya pertanian lokal.
Tim pelaksana yang terdiri dari Syakhruni (Ketua Tim), Prusdianto, Rahma M, dan Musfirah, dosen dari Universitas Negeri Makassar, telah berkolaborasi dalam merancang dan mengimplementasikan program ini. Ke depan, mereka berencana untuk melanjutkan pelatihan bagi fasilitator dan memperkuat keberlanjutan program dengan melibatkan lebih banyak komunitas seni serta memperbaiki infrastruktur yang diperlukan untuk kualitas pertunjukan seni yang lebih baik.
PISN, melalui program ini, telah membuktikan bahwa seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana penting dalam pendidikan dan pelestarian budaya. Dengan keberhasilan ini, diharapkan program Tari Edukatif Padi dapat direplikasi di berbagai daerah untuk memperkenalkan lebih banyak anak-anak pada nilai-nilai budaya dan pengetahuan agraria yang berkelanjutan.(*)






