Andi Amar Ma’ruf Sulaiman Serap Aspirasi Petani di Barru, Parepare, dan Soppeng

Anggota Komisi IIII DPR RI saat menyampaikan arahan ke petani di Parepare

PAREPARE – Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, mengawali tahun dengan kunjungan silaturahmi di tiga daerah yakni Barru, Parepare, dan Soppeng, Senin, 5 Januari 2025. Agenda ini menjadi ruang serap aspirasi masyarakat, khususnya petani, yang disebutnya sebagai tulang punggung Sulawesi Selatan. Di Kota Parepare, Putra Menteri Pertanian itu didampingi Kapolres dan Wakil Ketua DPRD Parepare.

Wakil Ketua DPRD Parepare, Suyuti saat membuka acara dengan menekankan pentingnya kesempatan ini sebagai wadah menyampaikan kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya di hadapan warga Bacukiki, Andi Amar menegaskan komitmennya untuk membawa suara daerah ke pusat.
“Kami datang untuk mendengarkan. Apa yang Bapak Ibu sampaikan di sini, itulah yang kami bawa ke Jakarta,” ujarnya.

Andi Amar menyoroti bahwa Sulawesi Selatan tidak bisa dilepaskan dari sektor pertanian. Ia menyebut bantuan 2.025 unit traktor yang telah disalurkan, dan membuka peluang untuk tambahan dukungan jika masih dirasakan kurang.

Selain itu, ia menyampaikan salam hormat dari Menteri Pertanian dan Presiden, yang menitipkan pesan agar wakil rakyat memberi perhatian penuh pada petani sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

Ia juga menyinggung kebijakan subsidi pupuk serta penetapan harga beli gabah agar petani tidak dirugikan. “Harga sudah dipatok, tinggal bagaimana instruktur dan pendampingannya memadai atau tidak. Silakan disampaikan,” katanya.

Tak hanya soal pertanian, Andi Amar juga menyinggung pembaruan aturan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Menurutnya, pembaruan ini diarahkan agar hukum tidak lagi “tajam ke bawah, tumpul ke atas”. Ia mendorong pendekatan restoratif dalam penyelesaian perkara kecil di masyarakat.

Muliadi, mewakili kelompok tani wirausaha baru dari Galung Maloang, menyampaikan pengalaman mereka mengelola lahan 2,5 hektar dengan pola tanam dua kali setahun. Namun, tantangan seperti serangan hama tikus masih menjadi kendala.

Ia berharap adanya pendampingan teknis dari pemerintah, baik dalam pengolahan tanah maupun sistem irigasi. Selain itu, kelompoknya juga mengelola kolam ikan dengan kapasitas 1.500 ekor, namun masih terkendala biaya operasional. “Kami berharap ada dukungan dana dari pusat agar usaha ini bisa berkembang,” kata Muliadi.

Andi Amar menegaskan bahwa dirinya lebih banyak datang untuk mendengar, bukan sekadar berbicara. Ia menekankan bahwa aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan, terutama petani, akan menjadi prioritas perjuangannya di Senayan.(*)

Pos terkait