MAROS – Sorotan tajam publik terhadap kondisi memprihatinkan di Pasar Rakyat Barandasi, Kelurahan Maccini, Kecamatan Lau, Maros akhirnya mendapat respons cepat dari pemerintah, Kamis (26/03/2026).
Tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung dan dikeluhkan masyarakat kini mulai ditangani serius oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros.
Tanpa menunggu waktu lama, DLH langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh.
Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa persoalan kebersihan lingkungan tidak bisa dianggap sepele, apalagi berada di pusat aktivitas ekonomi masyarakat seperti pasar.
Kepala DLH Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin menegaskan, bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut.
Ia memastikan seluruh tim kebersihan telah dikerahkan untuk mengatasi penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dan mengganggu kenyamanan warga.
“Tentunya kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kerjasamanya terkait hal ini. Dengan adanya laporan dan perhatian bersama, kami bisa bergerak lebih cepat dan bekerja maksimal untuk kepentingan bersama,” tegas Andi Irfan.
Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
Ia menyoroti pentingnya disiplin dalam membuang sampah serta menjaga kebersihan lingkungan pasar agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Tak hanya melakukan pembersihan, DLH juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah di kawasan Pasar Barandasi.
Hal ini mencakup pengangkutan rutin, penempatan fasilitas tempat sampah, hingga edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar.
“Kami tidak ingin ini hanya selesai hari ini. Harus ada solusi jangka panjang. Edukasi dan pengawasan akan kami tingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,”lanjut Andi Irfan dengan nada tegas.
Kondisi sebelumnya yang memperlihatkan tumpukan sampah berserakan di area parkiran pasar sempat menuai kritik keras dari masyarakat.
Selain merusak pemandangan, bau tak sedap juga dikeluhkan dan dinilai mencoreng wajah pelayanan publik di Kabupaten Maros.
Langkah cepat DLH ini pun diapresiasi, namun masyarakat berharap penanganan tidak hanya bersifat reaktif ketika viral atau disorot.
“Tentunya kami konsistensi dalam menjaga kebersihan yang sudah menjadi kunci utama agar fasilitas publik tetap layak dan nyaman digunakan,”katanya.
Pemerintah Kabupaten Maros melalui DLH menegaskan komitmennya untuk tidak lengah dalam persoalan kebersihan.
“Intinya kebersihan ini sudah menjadi tanggungjawab dan cerminan kesadaran kita bersama. Kami juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak bersikap abai dengan persoalan sampah,”paparnya.
Tambahnya, jika tidak ada perubahan perilaku, maka persoalan sampah akan terus berulang dan itu berarti semua pihak turut gagal menjaga lingkungan sendiri.(*)






