12,3 Ton Ikan Nila Jadi Bukti Lahan Tidur Bisa Jadi Ladang Penghidupan di Pangkep

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau

PANGKEP– Panen perdana ikan nila di Pangkep bukan sekadar seremoni, melainkan pesan keras Bupati Muhammad Yusran Lalogau: jangan biarkan lahan tidur jadi potensi yang terbuang.

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, menegaskan komitmennya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lewat sektor perikanan budidaya. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri panen perdana ikan nila di Kelurahan Bone, Kecamatan Sigeri, Jumat, 10 April 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di kawasan tambak Majelling ini menghasilkan panen sebanyak 60 ribu ekor ikan nila dari lahan seluas 1 hektar, dengan estimasi produksi mencapai 12,3 ton. Panen simbolis dilakukan langsung oleh Yusran dengan menyerok ikan dari tambak milik kelompok POKDAKAN Maju Bersama Merah Putih.

Menurut Yusran, keberhasilan ini harus menjadi contoh bagi masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan agar lebih serius memanfaatkan potensi lahan yang ada. Ia menekankan bahwa rawa-rawa, sungai kecil, hingga lahan tidur memiliki peluang besar untuk dijadikan lokasi budidaya ikan.

“Kalau lahan itu dibiarkan menganggur, tentu tidak akan menghasilkan apa-apa. Tapi kalau dikelola, bisa menjadi sumber penghidupan,” ujarnya.

Bupati juga mendorong masyarakat untuk berinovasi dalam pengelolaan lahan, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak lain bila pemilik lahan tidak memiliki waktu mengelolanya. Sistem kerja sama yang saling menguntungkan, menurutnya, akan membuat lahan tetap produktif dan memberi manfaat bagi semua pihak.

Selain itu, ia menugaskan Dinas Perikanan untuk segera mendata seluruh potensi budidaya ikan, termasuk rawa dan sungai kecil, sebagai dasar program pembinaan. Yusran juga meminta agar dinas menyiapkan bantuan bibit ikan bagi masyarakat serta mendorong pembentukan kelompok atau komunitas agar pengelolaan budidaya lebih terarah dan berkelanjutan.(*)

Pos terkait