PAREPARE – Aula Sidang Gedung DPRD Kota Parepare menjadi saksi pelantikan Ketua dan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Parepare periode 2026–2029. M. Arsyad resmi dikukuhkan sebagai Ketua, dengan pesan tegas agar insan media menjaga marwah profesi dan tidak terjebak dalam arus “medsosfer” yang kerap mengaburkan batas etika jurnalistik.
Dalam sambutannya, Arsyad menekankan pentingnya membedakan media profesional dengan konten media sosial. “Media harus memenuhi aturan, kode etik, dan menjaga sinergi dengan masyarakat serta pemerintah. SMSI bukan alat kekuasaan, tapi wadah untuk menyampaikan yang benar dan mengawal program pembangunan,” ujarnya.
Ketua SMSI Sulsel, M Anwar Sanusi, menegaskan bahwa SMSI adalah organisasi besar dengan lebih dari 3.000 media anggota secara nasional. Ia mengingatkan pengurus baru agar tidak berhenti pada seremoni pelantikan, melainkan segera menyiapkan program kerja nyata.
Wakapolres Parepare, Kompol Syaharuddin, turut mengingatkan bahaya media abal-abal yang kerap menyebarkan informasi tidak berimbang. “SMSI harus menjadi benteng melawan media tidak bertanggung jawab. Polisi siap bersinergi menjaga agar informasi yang beredar tetap sesuai aturan dan kode etik,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Parepare melalui Plt Kadiskominfo, Noldy Yosep Rengkuan, menyampaikan harapan agar SMSI menjadi mitra strategis pemerintah. “Media bukan hanya penyampai informasi, tapi juga jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kami percaya SMSI mampu menghadirkan media yang sehat, profesional, dan berimbang di era digital,” tulisnya dalam sambutan resmi.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen SMSI Parepare untuk menjadi benteng melawan maraknya media abal-abal yang kerap menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Kehadiran aparat kepolisian, DPRD, dan pemerintah daerah dalam acara ini menunjukkan bahwa keberadaan SMSI dipandang strategis sebagai mitra pengawal demokrasi lokal.
Dengan dukungan lintas sektor, SMSI Parepare diharapkan mampu menjaga integritas pers, mengedukasi masyarakat, sekaligus mengawal transparansi kebijakan publik agar tidak terjebak dalam praktik manipulasi informasi.
Hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut sejumlah pengurus SMSI Sulsel dan Ketua SMSI dari beberapa daerah seperti Pinrang, Soppeng, Wajo hingga Sulbar serta organisasi kemasyarakatan, Ketua PWI Parepare beserta mantan Ketua SMSI Parepare sebelumnya. (*)






