MAROS — Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Maros, akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) arung jeram pada 7 sampai 10 Mei 2026 mendatang.
Kegiatan ini akan memperlombakan empat kategori, dan rencananya dilangsungkan di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
“Empat kategori yang diperlombakan meliputi Sprint, Head to Head (H2H), Slalom, dan Down River Race (DRR),” kata Mustahir Ketua FAJI Maros.
Untuk kategori Sprint, tim dituntut mencatat waktu tercepat dalam lintasan pendek. Sementara itu, kategori H2H mempertemukan dua tim secara langsung dalam duel cepat menuju garis finis.
Kategori Slalom menjadi salah satu yang paling teknis karena peserta harus melewati rintangan berupa gate di sepanjang lintasan sungai.
Adapun kategori Down River Race (DRR) menguji daya tahan dan konsistensi tim dalam lintasan panjang dengan arus yang bervariasi.
“Sudah ada beberapa tim dari berbagai daerah yang mendaftar, semoga nanti sebelum kegiatan sudah full yang mendaftar,” ujarnya.
Pendaftaran akan dibuka sampai tanggal 4 Mei mendatang.
“Kompetisi dilaksanakan di sungai yang memiliki arus menantang, sehingga menguji ketangkasan, kekompakan tim, serta keberanian para peserta,” terangnya.
Sementara itu Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, kejurda ini menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan sekaligus menjaring bibit unggul di cabang olahraga arung jeram.
“Kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga arung jeram. Selain itu, kegiatan ini turut mendorong promosi potensi wisata alam di Kabupaten Maros yang memiliki sungai-sungai dengan karakteristik ideal untuk olahraga ekstrem tersebut,” terangnya, Selasa (28/4/2026).
Para pemenang dari masing-masing kategori diharapkan dapat mewakili Sulawesi Selatan dalam kejuaraan tingkat nasional mendatang.
Kejurda ini sekaligus menjadi langkah awal dalam pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi di kancah nasional maupun internasional.





