MAROS – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, mulai memanas. Sejumlah figur mulai bermunculan membawa gagasan dan kekuatan politik masing-masing.
Di tengah dinamika tersebut, nama Abdillah, SP tampil sebagai salah satu tokoh muda yang menyatakan kesiapan penuh untuk bertarung memperebutkan kursi Kepala Desa Botolempangan.
Tokoh muda kelahiran 1988 itu datang bukan sekadar meramaikan bursa kandidat, melainkan membawa semangat perubahan dan komitmen membangun desa yang lebih maju, mandiri dan sejahtera.
Abdillah yang akrab disapa Dillah dikenal aktif dalam dunia organisasi dan kepemudaan. Selain sukses sebagai pengusaha di bidang jasa, ia juga memiliki rekam jejak organisasi yang dinilai cukup matang, mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), MD KAHMI Maros, pernah menjabat Wakil Ketua II KNPI Maros hingga dipercaya menjadi pengurus KNPI Sulawesi Selatan periode 2026–2029.
Dengan modal pengalaman organisasi dan kedekatan dengan kalangan pemuda, Dillah optimistis mampu menghadirkan energi baru dalam pemerintahan desa.
“Tekad saya maju di Pilkades ini bukan karena ambisi kekuasaan, tetapi karena panggilan untuk membangun Desa Botolempangan agar lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,”tegas Dillah dalam keterangannya, Jumat (22/05/2026).
Ia menilai desa membutuhkan kepemimpinan yang berani bergerak, terbuka terhadap perubahan dan mampu memberdayakan potensi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Sudah saatnya pemuda diberi ruang menjadi pelaku utama pembangunan desa, bukan hanya penonton. Desa harus maju dengan gagasan, kerja nyata dan keberanian mengambil langkah perubahan,”ujarnya.
Dalam pencalonannya, Dillah mengusung visi Pemuda Berdaya dan Pemuda Berkarya sebagai fondasi pembangunan Desa Botolempangan ke depan.
Visi tersebut diterjemahkan melalui sejumlah misi strategis, di antaranya memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih, meningkatkan keterlibatan pemuda dalam penguatan ekonomi desa, mendorong pemberdayaan perempuan dan pemudi desa, serta menjadikan generasi muda sebagai garda terdepan dalam pembangunan Desa Botolempangan.
“Pembangunan desa tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Harus ada keberanian menciptakan peluang ekonomi baru agar masyarakat benar-benar merasakan perubahan,” katanya.
Menurut Dillah, potensi Desa Botolempangan sangat besar jika dikelola secara serius dan profesional. Karena itu, ia menegaskan pentingnya pemerintahan desa yang transparan, responsif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pemerintahan desa yang bekerja nyata, dekat dengan rakyat dan fokus pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar janji politik,” tandasnya.
Munculnya Abdillah dalam bursa Pilkades Botolempangan disebut-sebut menjadi warna baru dalam dinamika politik desa. Sosok muda dengan latar belakang organisasi dan semangat perubahan dinilai mampu menarik perhatian masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Pilkades Botolempangan sendiri diperkirakan akan berlangsung kompetitif dengan hadirnya sejumlah figur yang mulai membangun komunikasi politik di tengah masyarakat.(*)






