MAROS – Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Intermediate Training (Latihan Kader II) yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam, Kamis (21/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membawakan materi terkait keamanan di era digital dengan fokus pada bahaya penyebaran berita hoaks dan potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Di hadapan para kader HMI, AKBP Douglas Mahendrajaya menegaskan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga ruang digital tetap aman, sehat, dan kondusif.
Mengusung pesan Saring Sebelum Sharing, Damai Sebelum Konflik, Kapolres mengingatkan peserta agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia menilai, derasnya arus informasi tanpa disertai verifikasi dapat menjadi ancaman baru bagi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kecepatan informasi yang tidak diimbangi dengan verifikasi dapat menjadi ancaman keamanan baru. Hoaks dan provokasi di media sosial bisa memicu keresahan bahkan konflik sosial,” ujar AKBP Douglas Mahendrajaya dalam pemaparannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengecek sumber informasi sebelum membagikannya ke publik. Menurutnya, satu informasi palsu yang tersebar luas dapat menimbulkan dampak serius di tengah masyarakat.
“Jangan langsung percaya dan membagikan suatu informasi hanya karena cepat tersebar. Pastikan dulu sumbernya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, karena satu informasi hoaks bisa berdampak luas di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres turut mengajak kader HMI menjadi pelopor literasi digital di lingkungan masing-masing. Mahasiswa dinilai memiliki kapasitas untuk memberikan edukasi positif kepada masyarakat terkait penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami berharap kader HMI bisa menjadi contoh dalam menjaga persatuan, menciptakan suasana damai, dan membantu menangkal penyebaran hoaks di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Kegiatan Intermediate Training berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan keamanan sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital serta peran generasi muda dalam menjaga stabilitas dan persatuan di masyarakat.(*)






