Gempa Dahsyat 7,7 SR Guncang Flores, Rangkaian Gempa Susulan Bikin Panik Warga

NTT – Sabtu pagi yang semula tenang di Pulau Flores berubah menjadi kepanikan massal ketika gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat pusat gempa berada di Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Guncangan keras terasa hingga ke berbagai kabupaten, memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah, sementara sejumlah bangunan ambruk dan ruas jalan terputus.

Bacaan Lainnya

BMKG menjelaskan gempa ini dipicu aktivitas Flores Back Arc Thrust, sebuah zona patahan aktif yang memiliki riwayat gempa besar. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan sumber gempa tersebut berpotensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 7,8–7,9.

Kawasan ini memang dikenal rawan, dengan catatan gempa Flores 1992 berkekuatan 7,5 yang menimbulkan kerusakan besar dan tsunami.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, namun peringatan itu dicabut pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan muka air laut menunjukkan kondisi kembali normal. Hingga kini, belum ada indikasi ancaman tsunami terhadap wilayah Timor-Leste, meski otoritas setempat tetap siaga.

Korban Jiwa dan Kerusakan
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa bertambah menjadi lima orang hingga pukul 10.30 WIB. Dua korban ditemukan di Maumere, Kabupaten Sikka, sementara tiga lainnya di Kabupaten Manggarai.

Mereka diduga tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa mengguncang. Pemerintah daerah bersama BPBD, SAR, TNI, dan Polri masih melakukan verifikasi penyebab kematian serta pendataan korban luka dan kerusakan.

Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan longsor di beberapa titik dan memutus sejumlah ruas jalan vital di Flores. Pemerintah NTT menyiapkan langkah darurat, termasuk rencana kunjungan langsung Gubernur ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan cepat.

Instituto de Geociências de Timor-Leste (IGTL) mencatat rangkaian aktivitas seismik setelah gempa utama. Sekitar 15 menit kemudian, gempa magnitudo 6,4 mengguncang Laut Flores, disusul gempa magnitudo 6,0 di daratan Flores. Hingga pukul 10.38 WIB, tercatat tujuh gempa dengan magnitudo antara 4,2 hingga 7,3 di kawasan Flores, Laut Flores, dan Laut Sawu.

Aktivitas beruntun ini menambah kecemasan masyarakat, terutama di pesisir Timor-Leste yang berdekatan dengan sumber gempa aktif. IGTL mengingatkan bahwa gempa besar dan dangkal di laut berpotensi memicu tsunami, meski faktor lokasi, kedalaman, dan mekanisme patahan turut menentukan.

Masyarakat di Flores dan Timor-Leste diminta tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun IGTL, serta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Kawasan ini memiliki riwayat gempa yang memicu tsunami, termasuk peristiwa 1992 dan gempa Laut Flores pada Desember 2021.

Pos terkait