Bintang Mahaputra Pertahankan Tahta, Sandeq Asal Pambusuang Kembali Taklukan Laut Mandar

Pertarungan sengit dua perahu sandeq dalam Lomba Sandeq Segitiga “Petarung Sejati” 2026 yang berlangsung di Pantai Labuang, Majene

MAJENE– Perahu Sandeq Bintang Mahaputra, kebanggaan asal Parappe, Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar, kembali membuktikan mentalitas juara dengan mengunci gelar kedua secara beruntun dalam Lomba Sandeq Segitiga “Petarung Sejati” 2026 yang berlangsung di Pantai Labuang, Majene, Sulawesi Barat, 8–9 Agustus 2026.

Sang nahkoda andalan tampil penuh percaya diri, mempertahankan gelar Juara 1 yang diraih tahun lalu, sekaligus menegaskan dominasi mereka di arena laut Teluk Mandar. Dengan strategi matang dan kemampuan membaca arah angin yang presisi, Bintang Mahaputra melesat sebagai perahu tercepat, meninggalkan puluhan pesaingnya.

Bacaan Lainnya

Rute segitiga khas Teluk Mandar menjadi panggung ketangguhan pa’sandeq, memperlihatkan kecepatan perahu tradisional tercepat di dunia sekaligus ketahanan para pelaut Mandar.

Adapun posisi kedua diraih Sandeq Air Mancur Satu, sementara kejutan datang dari pendatang baru asal Tanjung Batu Majene, Alif Barokah One, yang berhasil merebut juara tiga.

“Alhamdulillah, kemenangan ini adalah hasil kerja keras bersama para passandeq dan dukungan masyarakat. Latihan berbulan-bulan terbayar dengan hasil terbaik. Terima kasih atas doa masyarakat, sponsor, anggota DPR RI, DPRD Majene, dan Pemkab,” ujar Ketua Penyelenggara Sande Silumba Petarung Sejati.

Bupati Majene, Andi Achmad Syukri, yang hadir langsung menyaksikan jalannya lomba, memberikan apresiasi tinggi. “Prestasi Bintang Mahaputra luar biasa. Ini bukti bahwa regenerasi pa’sandeq di Mandar berjalan baik, dan budaya sandeq tetap hidup serta lestari,” tegasnya.

Tim juara bertahan Bintang Mahaputra

Lomba ini bukan sekadar adu cepat, melainkan simbol kebanggaan maritim Mandar. Ribuan penonton di pesisir Labuang larut dalam euforia, menyaksikan bagaimana tradisi dan sportivitas berpadu dalam satu layar. Dominasi Bintang Mahaputra menegaskan bahwa sandeq bukan hanya perahu, melainkan identitas yang terus berkibar di lautan Nusantara.

Pos terkait