PANGKEP— Harapan besar datang dari tokoh pemuda sekaligus Ketua Kerukunan Keluarah Masyarakat Mandar Pangkep, Aco M Parangrangi, SPd MSi. Ia menegaskan bahwa Polri perlu memberi prioritas khusus bagi anak-anak kepulauan terluar untuk direkrut sebagai personel kepolisian.
Menurut Aco, wilayah kepulauan Pangkep memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding daratan. Jarak antar pulau yang ditempuh berjam-jam dengan perahu kayu, keterbatasan akses komunikasi, hingga minimnya fasilitas kesehatan membuat masyarakat kepulauan sering merasa terisolasi.
“Ketika terjadi kasus darurat, warga harus menunggu lama sebelum aparat tiba. Padahal ancaman seperti ilegal fishing, penyelundupan barang, hingga peredaran narkoba bisa terjadi kapan saja,” ungkapnya, Senin, 10 Agustus 2026.
Aco menekankan bahwa anak kepulauan memiliki modal sosial dan kultural yang kuat. Mereka tumbuh dengan memahami arus laut, tradisi lokal, dan solidaritas masyarakat pulau. “Jika diberi kesempatan menjadi polisi, mereka akan lebih sigap menjaga wilayahnya sendiri. Ini bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal keadilan sosial bagi masyarakat kepulauan yang selama ini merasa dianaktirikan,” tegasnya.
Momentum Kunjungan Kapolres
Kunjungan perdana Kapolres Pangkep, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., ke Kecamatan Liukang Kalukuang Masalima (Kalmas) menjadi panggung strategis untuk menyerap aspirasi ini. Didominasi warga keturunan Mandar, pulau terluar itu menyuarakan keresahan mendalam atas maraknya penyalahgunaan narkotika.
Kapolres menegaskan komitmen Polri hadir dengan solusi nyata. Ia bahkan merencanakan koordinasi dengan Pemkab Pangkep untuk pengadaan alat tes urine di Puskesmas kepulauan sebagai langkah deteksi dini.
Menjawab isu keterlibatan oknum polisi dalam kasus narkoba, AKBP Aditya memastikan Unit Paminal Propam telah melakukan pemeriksaan sesuai prosedur. “Kami tidak akan tinggal diam. Disiplin dan transparansi adalah harga mati,” tegasnya.
Camat Liukang Kalmas, Ahmad Asnawi, menyambut baik kunjungan tersebut. Baginya, kehadiran jajaran Polres Pangkep memberi angin segar bagi masyarakat kepulauan yang mendambakan lingkungan aman dan bersih dari narkoba.
Sinergi Tiga Pilar
Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi kuat mempererat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Aspirasi tokoh pemuda Mandar agar anak kepulauan diprioritaskan menjadi polisi kini menemukan momentum politik dan institusional yang tepat.
Jika terealisasi, langkah ini bukan hanya memperkuat barisan Polri di wilayah rawan, tetapi juga menjadi simbol keadilan sosial bagi masyarakat kepulauan yang selama ini merasa terpinggirkan.






