MAROS — Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai menghidupkan kembali mesin politiknya di Kabupaten Maros.
Konsolidasi organisasi dipimpin langsung Ketua DPD Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), di Gedung Golkar Maros, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kader Golkar, di antaranya anggota DPRD Sulsel Patarai Amir dan anggota AMPI Muetazim Mansyur.
Konsolidasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kembali struktur organisasi di Partai Golkar Maros, sekaligus mempersiapkan partai menghadapi agenda politik mendatang.
Ilham mengatakan konsolidasi diperlukan untuk memastikan roda organisasi Golkar di Maros tetap berjalan setelah Ketua DPD II Golkar Maros, Suhartina Bohari, mengundurkan diri.
Menurut Ilham, Suhartina memilih mundur karena ingin lebih fokus mengurus keluarga dan usaha.
“Sementara partai ini kan tidak boleh vakum,” katanya.
Tak hanya soal keberlangsungan organisasi, Ilham juga memasang target politik yang cukup tinggi bagi Golkar Maros. Ia menargetkan perolehan kursi legislatif meningkat hingga 50 persen pada Pemilu mendatang.
Saat ini, Golkar Maros memiliki enam kursi di DPRD. Target tersebut dinilai masih terbuka, terlebih jumlah kursi DPRD Maros akan bertambah dari 35 menjadi 40 kursi.
“Kontrak politik saya dengan Ketua Umum, ada peningkatan kursi 50 persen untuk kabupaten, untuk pusat dan provinsi. Saya juga berharap di tingkat kabupaten juga ada peningkatan seperti itu,” katanya.
Ilham yang merupakan mantan Wali Kota Makassar itu melihat penambahan jumlah kursi DPRD Maros sebagai peluang bagi Golkar untuk meningkatkan keterwakilan politiknya.
Ia meminta jajaran DPD II Golkar Maros tidak sekadar mempertahankan enam kursi yang telah dimiliki, tetapi mulai bekerja lebih agresif untuk merebut tambahan kursi pada Pemilu mendatang.
“Tanggung jawab secara kelembagaan dengan pusat, saya juga minta kepada teman-teman di DPD II juga harus seperti itu,” ujarnya.
Di tengah target tersebut, Ilham juga menyoroti kondisi internal Golkar Maros yang menurutnya membutuhkan penyegaran. Ia mengakui semangat kader di Maros sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, aktivitas kepartaian di Gedung Golkar Maros disebut nyaris tidak berjalan selama beberapa tahun.
“Hampir lima tahun di kantor ini, dengan acara ini, lima tahun tidak pernah ada kegiatan,” ungkapnya.
Karena itu, konsolidasi tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan Golkar di Maros.
Tidak hanya mengaktifkan kembali kegiatan partai, tetapi juga memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah dan membangun kembali soliditas kader.
Ilham menegaskan, Golkar membutuhkan kader yang memiliki waktu untuk mengurus organisasi, mampu melakukan konsolidasi, sekaligus memiliki elektabilitas yang kuat di tengah masyarakat.
Dengan target penambahan kursi hingga 50 persen, konsolidasi di Maros menjadi ujian awal bagi Golkar untuk membuktikan sejauh mana mesin partai mampu kembali bergerak dan merebut dukungan masyarakat pada Pemilu mendatang.






