SOPPENG– Safari politik Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Dr. Ilham Arief Sirajuddin (IAS), di Kabupaten Soppeng, Jumat, 21 Agustus 2026, berubah menjadi panggung kebersamaan dua putera terbaik Bumi Latemmamala, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dan mantan Bupati 2014–2024 sekaligus Ketua Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak atau akrab disapa Andi Dulli.
Roadshow konsolidasi itu seolah menjadi pelepas dahaga bagi kader Golkar Soppeng yang lama menanti duet Suwardi–Andi Dulli kembali berada dalam satu panggung. Maklum, keduanya adalah poros kekuatan politik Golkar yang paling berpengaruh di Soppeng saat ini.
Suwardi sendiri bukan orang baru di struktur Golkar. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPD I Golkar Sulsel, lalu dipercaya sebagai Wakil Ketua Bappilu Wilayah II yang membawahi Soppeng–Wajo. Lewat Golkar, Suwardi sukses menembus DPRD Sulsel pada Pileg 2024, sebelum akhirnya terpilih sebagai Bupati Soppeng melalui koalisi Golkar–Nasdem.
Kebersamaan itu pertama kali terlihat saat jamuan santap siang di Kantor DPD Golkar Soppeng. IAS duduk satu meja bersama Suwardi, Andi Dulli, tokoh nasional asal Soppeng Supriansyah, serta dua putera Andi Dulli: Andi Muhammad Ikram (anggota DPRD Sulsel) dan Andi Muhammad Farid (Ketua DPRD Soppeng).
“Suwardi dan Andi Dulli bersama putra-putranya adalah penentu masa depan Golkar Soppeng. Ketika dua poros ini menyatu, masa depan Golkar lebih terjamin. Wajar jika ada pihak yang berharap mereka terbelah,” ujar Supriansyah, memantik sorak kader.
Kebersamaan itu berlanjut dalam sesi konsolidasi yang dihadiri sekitar 500 kader. IAS meladeni dialog penuh semangat, sementara Supriansyah kembali menjadi penggerak suasana forum.
Pisang Goreng Panas, Kopi Tanpa Gula
Usai konsolidasi, IAS memenuhi undangan jamuan di kediaman Andi Dulli di Lapajung. Deretan penganan tersaji, namun pisang goreng panas ditemani kopi pahit tanpa gula justru menjadi menu favorit IAS. Simbol sederhana itu seakan menegaskan kehangatan rekonsiliasi Golkar Soppeng.
Tak berhenti di situ, rombongan bergeser ke rumah jabatan Bupati Soppeng. Di sana, durian montong menjadi sajian paling diminati. IAS hadir bersama jajaran elit Golkar Sulsel: Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Lukman B. Kady, serta fungsionaris Golkar lainnya seperti Andi Iskandar Zulkarnain Latief, Hoist Bachtiar, Arfandy Idris, Saad Iranda Dollar, dan Jafry Y. Timbo.
Di setiap kesempatan, IAS menekankan pesan rekonsiliasi dan konsolidasi. Ia percaya duet Suwardi–Andi Dulli akan kompak membantunya memenuhi target peningkatan kursi legislatif hingga 50% di semua tingkatan.
“Golkar Soppeng adalah barometer. Jika dua kekuatan ini menyatu, kemenangan bukan sekadar target, tapi kepastian,” tegas IAS.






