IAS Parepare Pionir Prodi Kriminologi di Indonesia Timur

Institut Andi Sapada

PAREPARE– Institut Andi Sapada (IAS) Parepare kembali menorehkan langkah bersejarah dalam dunia pendidikan tinggi. Kampus ini resmi membuka Program Studi Kriminologi, menjadikannya pionir di kawasan Indonesia Timur sekaligus pusat kajian baru tentang kejahatan dan sistem peradilan pidana.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan signifikan, mengingat kompleksitas masalah sosial yang kian meningkat. Kehadiran Prodi Kriminologi di IAS Parepare dianggap relevan dan mendesak, karena kebutuhan akan tenaga ahli yang mampu menganalisis, memahami, serta merumuskan kebijakan berbasis bukti untuk menanggulangi kejahatan semakin besar.

Bacaan Lainnya

Rektor IAS, Prof. Bahtiar Tijjang, menegaskan bahwa prodi ini tidak hanya bertujuan melahirkan sarjana, tetapi juga agen perubahan yang memiliki sensitivitas sosial dan keterampilan analitis untuk menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan.

Mahasiswa Prodi Kriminologi akan dibekali kurikulum yang komprehensif, mulai dari analisis akar masalah kejahatan, metode pencegahan kriminal, penanganan korban, hingga evaluasi sistem peradilan pidana. Dengan bekal tersebut, lulusan diproyeksikan mampu mengisi berbagai posisi strategis, seperti analis kebijakan kriminal, penyidik, konsultan keamanan, hingga peneliti di lembaga penegak hukum, instansi pemerintah, BNN, lapas, maupun sektor swasta dan NGO.

Dengan hadirnya Prodi Kriminologi, IAS Parepare kini menjadi destinasi baru bagi calon mahasiswa di Indonesia Timur yang bercita-cita mendalami ilmu sosial kritis dan praktis. Sebuah warna baru yang menjanjikan masa depan cerah bagi kampus, sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan penegakan keadilan.(*)

Pos terkait