JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menetapkan modifikasi otomotif sebagai salah satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Penetapan ini tertuang dalam Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan kehadiran Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya dalam _Press Conference_ NMAA IMI SEMA Project 2026 di Gedung Joang 45, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kehadirannya sekaligus untuk mengapresiasi keberangkatan BMW Passato karya _builder_ Indonesia ke SEMA Show 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. Momen ini diharapkan menjadi bagian dari sejarah agar semakin banyak karya anak bangsa yang menembus pasar global.
“Hari ini di Museum Joang 45, tempat yang sarat sejarah perjuangan bangsa, kita menyaksikan babak baru perjalanan industri kreatif modifikasi otomotif Indonesia. Semoga langkah historis dari tempat ini hingga ke panggung dunia menjadi inspirasi bahwa karya modifikasi Indonesia tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga semakin dikenal dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” kata Teuku Riefky.
Kementerian Ekraf menegaskan, pengakuan modifikasi otomotif sebagai bagian dari industri kreatif nasional tak lepas dari perkembangan positif talenta dan ekosistem modifikasi otomotif yang mampu menciptakan nilai tambah melalui kreativitas, inovasi, rekayasa, dan personalisasi kendaraan.
Melalui regulasi baru ini, modifikasi otomotif bukan lagi sekadar hobi, tetapi menjadi aktivitas ekonomi kreatif yang kontribusinya dapat diukur melalui investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Guna memperkuat ekosistem modifikasi otomotif, mulai dari pengembangan talenta, inovasi, kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pembiayaan dan pasar, diperlukan komitmen kolaborasi heksaheliks yang mengintegrasikan peran asosiasi seperti IMI dan NMAA, pemerintah, akademisi, media, pelaku bisnis, hingga lembaga keuangan.
“Industri modifikasi dan _aftermarket_ melibatkan banyak talenta mulai dari builder, desainer, teknisi, produsen komponen aftermarket, brand lokal, komunitas, media, hingga konten kreator yang tersebar di berbagai daerah. Mereka tidak hanya menciptakan karya estetis, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai nilai industri otomotif dari hulu ke hilir. Ketika BMW Passato tampil di SEMA Show, yang dibawa bukan hanya sebuah mobil, tetapi juga cerita tentang kreativitas dan kualitas ekosistem modifikasi Indonesia,” ujar Teuku Riefky.
NMAA IMI SEMA Project 2026 sendiri merupakan proyek kolaborasi yang diinisiasi _National Modificator & Aftermarket Association_ (NMAA) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai bagian dari rangkaian _Indonesia Modification & Lifestyle Expo_ (IMX) 2026 bertema _”Next Gen Culture”_. Program ini mengusung misi diplomatik untuk membuktikan kemandirian serta kualitas karya modifikasi anak bangsa di ajang pameran _aftermarket_ dan modifikasi otomotif terbesar dunia, SEMA Show 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat pada 3–6 November 2026.
“Misi utama kami melalui Semangat45 adalah membawa mobil hasil modifikasi karya anak bangsa ke panggung internasional terbesar di dunia, yaitu SEMA Show yang akan diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat. Kendaraan yang dikerjakan secara intensif bersama para _builder_ dan kolaborasi berbagai produk lokal. Dengan ini kami harap dapat memperlihatkan standar tinggi industri modifikasi Indonesia di mata publik global,” kata Project Director IMX sekaligus Direktur Modifikasi dan Kendaraan Listrik IMI Pusat, Andre Muljadi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng.
Agenda ini turut dihadiri Ketua Umum Kadin Indonesia, Frits Novianto Suhendar, dan Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto.






