PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Bupati Majene, Fahmi Massiara yang dinilai memiliki kepedulian terhadap benda-benda kuno atau pusaka mandar, seperti keris dan pusaka lainnya, akhirnya resmi mendapatkan penghargaan dari sesepuh tokoh mandar, Mayjend TNI (Purn) Salim S. Mengga.
Dalam penyerahan Piagam Penghargaan dari Jenderal TNI Purnawirawan bintang dua itu diserahkan langsung Salim. S. Mengga kepada Bupati Majene, H Fahmi Massiara, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Hj Andi Beda Basharoe seusai peringatan hari guru ke 74 tingkat kabupaten Majene yang berlangsung di pendopo rumah jabatan bupati Majene, Senin 25 November 2019.
Salim Mengga mengatakan, Piagam Penghargaan ini diberikan adalah merupakan Sebagai Wujud Tanda Ikatan Persaudaraan, dalam memelihara adat dan budaya Bangsa, dalam pameran Sossoranna Tomandar dan Pagelaran Seni Budaya “Membadza Amesangan, Me’ura Atonganang” yang digelar di Boyang Assamalewuang Mandar Majene baru-baru ini.
“Saya mengapresiasi positif kepada Bupati Majene, Fahmi Massiara yang telah melaksanakan pameran budaya mandar dengan menampilkan benda-benda pusaka mandar. Ini merupakan yang pertama kali di Sulbar dan bertempat di Majene, ” kata mantan anggota DPR RI itu.
Sebelumnya, Fahmi Massiara menuturkan pameran budaya dan benda puasaka tersebut termasuk peninggalan kerajaan mandar yang berusia ratusan tahun itu penting untuk memberikan perhatian kepada pemilik pusaka agar dapat menyimpan dan merawat dengan baik. Terlebih lagi benda pusaka seperti keris dan sejenisnya sudah mendapat pengakuan dunia dari UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Sehingga bagi pemkab Majene perlu memberikan perhatian dan ternyata pecinta benda pusaka tersebut cukup merespon baik. Bahkan bukan hanya di Sulbar tetapi juga berdatangan di luar Sulbar, seperti dari Takalar Sulsel, Kalimantan dan dari Jakarta. (edy/ade)






