KILASSULAWESI.COM, PAREPARE– Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, serius menyikapi keresahan masyarakat terkait anak jalanan (anjal), gembel dan pengemis (gepeng) yang mulai marak. Dalam pertemuan, sejumlah OPD serius membahas persoalan tersebut.
Rapat yang berlangsung hampir dua jam, di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Parepare dihadiri Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial (Dinsos). Bahkan juga turut hadir lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).
Plt Kepala DP3A Kota Parepare, Hj Rostina yang dihubungi kemarin membenarkan, pihaknya bersama Dinas Sosial, Dinas Satpol PP dan juga dihadiri P2TP2A telah melakukan pertemuan atau rapat membahas hal tersebut. “Rapat lintas SKPD ini hampir dua jam lamanya untuk menyikapi anjal dan gepeng. Pertemuan ini juga mencari solusi terbaik,” katanya.
Ia menyebutkan, khusus DP3A mengantisipasi adanya eksploitasi anak. “Tindak lanjut kami bersama dinas sosial akan melakukan home visit (kunjungan rumah) terhadap temuan anggota dewan tersebut. Mungkin hari Selasa atau Rabu, kita ke sana,” ujarnya. Menurutnya, home visit atau kunjungan rumah tersebut untuk melihat kondisinya, termasuk kondisi anak-anak tersebut. “Khusus di DP3A, kita telah buat tim terpadu internal. Salah satu tindak lanjutnya lewat home visit. Ini untuk melihat kondisi rumah, dan situasi keluarganya,” jelas Rostina.
Ia menegaskan, DP3A melakukan tindak lanjut jika terjadi ekspolitasi. “Selama ini Satpol PP telah turun melakukan penertiban terhadap anjal dan gepeng. Kalau kita di DP3A itu menyikapi dan mengantisipasi terjadi ekspolitasi anak,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, tim terpadu dengan melibatkan unsur sejumlah SKPD di dalamnya segera dibentuk dan dibuatkan SK untuk mengantisipasi anjal dan gepeng dalam wilayah Parepare. “Menyikapi anjal dan gepeng dalam wilayah Parepare memang perlu tim terpadu. Apalagi kita didukung anggota dewan, Andi Fudail,” katanya.
Sebelumnya, anggota DPRD Parepare, Andi Fudail telah melakukan penelusuran terhadap sejumlah anak-anak yang keliling berjualan di malam hari.
“Saya sudah telusuri, termasuk menemui beberapa diantara mereka. Ada yang berjualan kacang keliling dengan alasan membantu keluarganya,” ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Parepare ini.
Kendati demikian, Andi Fudail menegaskan, hal tersebut tidak boleh dibiarkan, apalagi mereka masih terbilang anak-anak yang harusnya lebih fokus pada pendidikan. “Ini harus disikapi serius, pemerintah harus bentuk tim terpadu lintas SKPD,” beber legislator PKB Parepare ini. Tidak sampai menemui para anak-anak itu, Andi Fudail justru mendatangi rumah anak-anak itu untuk memastikan apakah mereka itu ada keluarganya. “Setelah saya cek ke sana, memang anak-anak itu tinggal sama keluarganya,” jelas Fudail.
Meski begitu, kata Andi Fudail, meminta instansi terkait untuk segera mendata mereka agar bisa disekolahkan kembali. “Saya sudah koordinasi dengan instansi terkait terkait kelanjutan pendidikannya. Namun, jangan mereka dipanggil ke kantor instansi, tetapi harus didatangi di rumahnya agar melihat kondisinya,” harap Fudail. (mat)






