KILASSULAWESI.COM, MAROS – Pelaku usaha pariwisata yang terdampak penutupan objek wisata akibat penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), mendapatkan bantuan bahan pokok makanan di Maros.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Maros bersama Pemerintah Kecamantan dan Desa yang berada di Objek Wisata Rammang-Rammang, Rabu 22 April 2020.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Yusriadi Arief menjelaskan, jika bantuan tersebut diberikan kepada pelaku usaha pariwisata yang terdampak penutupan ojek wisata seperti warga yang berprofesi sebagai operator perahu, pedagang makan minum, usaha homestay, usaha penyewaan topi dan penjual cinderamata khas gugusan karst terbesar kedua di dunia tersebut.
“Alhamdulillah, bapak Bupati Maros telah memberikan bantuan kepada masyarakt yang terdampak Covid-19 di Rammang-Rammang yang sebelumnya telah di data oleh Kepala Desa sebanyak 185, bahan makanan berupa beras 5 kilo dan mie instan satu bal itu diharapkan masyarakat untuk sementara tidak keluar rumah dan meminta untuk berdoa yang terbaik buat Maros dan Indonesia agar wabah ini segera selesai,” ujarnya.
Untuk pembagiannya sendiri, Pemda Maros melalui Disbudpar bersama Pemerintah Kecamatan Bontoa dan Desa Salenrang telah menekankan teknis pembagian dengan penerapan physical distancing. Uniknya pembagian bahan makanan ini dilakukan diatas perahu masing-masing warga untuk menerapkan protokoler kesehatan jaga jarak.
“Kita juga memperhatikan khusus teknis pembagian yang kita berikan dengan penerapan physical distancing, jadi tidak ada warga yang berkumpul, mereka datang dengan perahunya dan kami berikan diatas perahunya tersebut,” ungkap Adi, sapaan akrab Yusriadi.
Sebelumnya, Disbudpar Maros juga telah membagikan bahan makanan kepada pelaku usaha wisata yang berada di Kawasan Wisata Alam (KWA) Bantimurung sebanyak 150 paket kepada warga yang terdampak di KWA Bantimurung.(tip)






