Empat Kepala SMA Berganti di Kota Parepare, Mardiah: Jadikan Sekolah Keluarga Besar yang Utuh

Gubernur Sulsel bercengkrama dengan dua kepala sekolah usai dilantik

MAKASSAR, KILASSULAWESI– Empat jabatan Kepala Satuan Pendidikan (Kasek) Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) lingkup Pemprov Sulawesi Selatan berganti di Kota Parepare. Diantaranya, Kasek SMAN 2 Parepare, Kasek SMAN 5 Parepare, Kasek SMAN 1 Parepare dan Kasek SMAN 3 Kota Parepare.

Hal itu ditandai dengan pelantikan 98 Kasek yang berasal dari tujuh kabupaten/kota oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur, Selasa, 27 September 2022.

Bacaan Lainnya
Pelantikan oleh gubernur sulsel

Keempat Kasek dilingkup Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel yang dilantik tersebut yakni, Mardiah S.Pd M.Pd, Muzakkir Damir S.Pd, M.Pd, Hamzah Wakkang S.Pd, M.Pd, dan Drs Muhammad Anshar Rahim.

Selain melantik 98 Kasek, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga melantik sedikitnya 22 pejabat administrator eselon III dan 20 pejabat pengawas eselon IV di lingkup Pemprov Sulsel. Andi Sudirman mengatakan, pelantikan tersebut karena memang sudah lama menjadi pelaksana tugas (Plt), serta ada beberapa yang dilakukan rotasi karena dinilai jauh dari rumah ke sekolah.

Dia mengaku, para kepala sekolah yang dilantik tersebut telah menjabat kurang lebih empat tahun sebagai kepala sekolah, dan ada selama 12 tahun menjadi ASN. “Rata-rata mereka (kepala sekolah) sudah empat tahun (menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah tempat sebelumnya), ada juga yang ASN sudah 12 tahun di eselon 4 kita naikkan,” katanya.

Gubernur menegaskan, jika yang menjadi tolok ukurnya berdasarkan integritas dan kinerja yang dinilai oleh tim penilai dan untuk pendidikan ada tim pengamat.“Yang pasti kinerja, integritas karena ada tim penilai, kalau khusus pendidikan juga ada tim pengamat, yang dalam aturan baru itu mereka,” singkatnya.

Pada pelantikan tersebut, Gubernur meminta kepala sekolah menceritakan atau menyampaiakan pengalaman pengabdiannya di tempat sebelumnya. Ditemukan fakta ada yang harus menempuh jarak 240 Km pulang-pergi sehari. Bahkan ada dengan total pengeluaran biaya untuk hingga Rp40 juta setahun. “Ini kita tidak mau mereka habis diongkos, capek dan lelah. Akhirnya, tidak konsen mengajar, mereka rata-rata telah mengabdi 4 tahun,” ucapnya.

Di antaranya, Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Jeneponto yang baru, Halwatiya merasa bersyukur ditempatkan di lokasi dekat rumahnya di sisa masa pensiunnya yang tersisa 6 tahun lagi. Ia yakin akan semakin efektif dan semakin bersemangat.

Sebelumnya, harus menempuh jarak 70 Km. “Karena perjalanan menyita waktu, kita ingin efektif tapi sudah kelelahan sampai sekolah dan pulang juga sudah capek, padahal sebagai ibu harus mengurus keluarga juga,” ucapnya.

Sedangkan Umar HR, Kepala Sekolah SMAN 6 Maros yang baru, mengaku, dengan jarak tempuh 150 Km terkadang ia tidak kembali ke rumah tetapi menginap di lokasi sekolah. “Saya kadang harus menginap Alhamdulillah, dulu 150 Km sekarang jaraknya hanya 1 Km dari rumah, terima kasih Pak Gubernur,” sebutnya

Mardiah S.Pd M.Pd

Senada juga disampaikan Mardia S.Pd M.Pd yang sebelumnya menjabat Wakasek di SMAN 2 Parepare menuturkan, mengucapkan terima kasih kepada para pendahulunya atas pengabdiannya untuk pendidikan hingga masa purna baktinya.

Dia berharap amanah ini dapat diterima dengan baik, dengan ikhlas, gunakan kesempatan baik ini untuk memperlihatkan kinerja dan prestasi terbaik. Menjabat Kepala SMAN 2 Parepare, ia pun akan segera melakukan pembenahan, jalin komunikasi secara intern dengan para guru-guru di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.

”Lakukan komunikasi secara eksternal dengan stakeholder pendidikan yang ada di sekitar sekolah, bekerja dengan kompak, jadikan sekolah sebagai satu keluarga besar yang utuh, jangan ada blok di dalam pengelolaan sekolah,”ujar istri dari Legislator NasDem tersebut.

Sekolah ini, kata Mardiah, sudah mempunyai visi misi. Maka dirinya akan menyesuaikan dan dilanjutkan.” Mungkin dihari pertama akan berembuk dengan para guru dan tim yang ada.Merembukkan bersama apa-apa yang ingin diwujudkan SMAN 2 Parepare,” tutup guru berlatar pendidikan bidang studi Bahasa Inggris tersebut.(*)

 

Pos terkait