Dari Pelosok Sulsel, Semangat Untuk Hari Ini Dan Masa Depan Indonesia

PANGKEP, KILASSULAWESI.COM — Terdapat kisah inspiratif dibalik pelosok negeri di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Ditahun 2008 silam seorang pemuda yang berasal dari kampung terpencil, di Kabupaten Barru, Provinsi Sulsel. Harianto Albar yang saat itu masih berusia 28 tahun, dengan penuh semangat dan optimis menerangi kampungnya, melalui gagasan idenya hingga memantik gairah semangat penduduk dikampungnya.

Kampung yang terletak jauh dari hiruk pikuk kota ini, terletak dilereng bukit diantara himpitan pegunungan Coppo Tille Bulu’ Massokoreng dan Bulu Dua Latoli. Kampung Ampiri, Desa Bacu-bacu, Kabupaten Barru, Provinsi Sulsel. Bisa dikatakan kampung tersebut terisolir, lantaran akses jalan yang sangat minim sarana, seperti pengerasan jalan maupun pengaspalan.

Bacaan Lainnya

Kurang lebih jarak tempuh dari jantung kota Kabupaten Barru, menuju perkampung itu berkisar 30-40 kilometer. Dan terdapat pula akses alternatif terdekat melalui wilayah pegunungan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), berkisar 20-30 kilometer dari Kecamatan Tondong Tallasa Pangkep.

Namun, semangat dan tekad yang kuat untuk berbuat, atas dasar kecintaan terhadap kampung halamannya. Demi sebuah asah, akan rasa keinginan bercita cita merasakan hadirnya aliran listirk. Harianto Albar kemudian mencetusakn suatu inovasi Pembangkit Listrik berbasis Tenaga Mikrohidro (PLTMH) diaktualisasikan bersama penduduk setempat secara gotong royong, mulai membangun pembangkit listrik tersebut dengan alat, sarana dan prasarana seadanya.

Pembangkit listrik itu pun mulai bekerja dengan kapasitas 100Kwh, dan dapat dinikmati warga setempat. Meski belum maksimal secara menyeluruh, setidaknya terdapat fasilitas sosial seperti sekolah, dan masjid, serta ratusan rumah ter-ailiri listrik.

“Awalnya kita gunakan alat seadanya, membuat kincir dari kayu. Kemudian ditahun 2012 kemudiaa diupgrade, kincirnya kita buat dari besi. Dan membuat turbin cros flow untuk efesiensi daya listrik naik kemudian energinya lebih tahan lama, sistem operasionalnya lebih mudah dipahami oleh warga setempat,”ujar Harianto Albar.

Dari situ, pemilik nama lengkap Harianto La sossong Albar, alumni fakultas kimia, Universitas Negri Makassar (UNM) Angkatan tahun 2007 ini. Diganjar penghargaan apresiasi dari program Satu Indonesia Award 2012 Astra. Penghargaan dari pemerintah, Insan Pers, swasta nasional hingga luar negri pun diperolehnya.

Tak sampai disitu dirinya pun terus mengenyam pendidikan perguruan tinggi UNHAS, hingga STIE Noobel Indonesi. Baginya, berguna ditengah tengan masyarakat dan Bangsa adalah suatu prinsip hidup. Untuk terus berbuat dan menularkan semangat yang tinggi demi sebuah asa dan masa depan dalam berkontribusi membangun negeri ini.

Dia pun, tidak luput dari berbagai organisisasi, seperti HIPMI, KNPI dan BKPRMI. Tidak ingin stagnan dengan pengetahuan yang ia miliki, terus menggali pengetahuan dan upgrade akan perkembangan zaman dan tekhnoogi hingga saat ini.

Dikampung halamannya, Dia (Harianto Albar) dikenal sebagai pribadi inspirator, toko pemuda yang membawa perubahan besar bagi kampung halamannya, khususunya di Kabupaten Barru. Tidak dipungkiri dari inovasi yang dicetuskannya itu, namanya pun membumi dikanca nasional hingga luar negeri. (*)

Pos terkait