PAREPARE, KILASSULAWESI– Pembongkaran ratusan lapak pedagang dalam rangka penataan dan pedagang akan direlokasi agar bisa memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD), pada April lalu dinilai cuma sandiwara dan menghaburkan uang daerah semata.
Walau dalam pembongkaran lapak di luar Pasar Sentral Lakessi, Kecamatan Soreang itu melibatkan Satpol PP Parepare yang dibantu aparat kepolisian dan TNI. Pasalnya, pedagang yang dinilai aktivitasnya ilegal karena menempati lahan negara namun retribusinya tidak jelas sudah kembali berjualan seperti biasa.
Dampaknya, kepercayaan itu memudar buktinya beberapa kalangan menilai kekuatan preman pasar lebih berpengaruh besar, bahkan memiliki ruang untuk melakukan pungutan liar (Pungli).
Salah satu pedagang sayuran yang berada diluar area luar pasar mengaku pasrah dan rela membayar agar tetap berjualan diluar. ” Pembeli disini lebih banyak dari pada didalam, kita tidak mau tahu soal melanggar atau tidak. Sudah lima bulan kita menjual, aman-aman saja. Asal, kita rutin menyetor uang lapak keamanan terjaga,”katanya, Sabtu, 23 September 2023.
Senada disampaikan, La Jon pedagang ikan dimana persoalan pungli atau apapun biarkan saja. “Mau masuk ke kas daerah atau tidak bukan persoalan, yang penting kita tetap aman menjual disini,”tegasnya. Ia mengaku, sekiranya memang pemerintah itu tegas tidak begini kejadiannya. “Makanya, kita sesama penjual kadang mengakui mereka tadi yang memungut tanpa ada karcis. Biarlah, kita bayar Rp 20 ribu perhari asal lancar menjual,” ungkapnya.
Dari pantauan Kilassulawesi.com, pagi tadi aksi pungli berkedok sewa tempat dilakukan dua pemuda berambut pirang. Tiap pedagang yang dilalui, mereka hanya berdiri dan langsung dibayar. “Apa liat-liat dengan mata melotot,”sambil berlalu.
“Jangan diganggu, itu anggotanya pemilik lapak diarea belakang. Pedagang wajib membayar kalau berjualan disini,”singkat salah seorang juru parkir yang mendengar bentakan tersebut.
Menurutnya, iuran itu untuk pembayaran restribusi kebersihan, dan keamanan. Selama ini banyak pedagang yang mengeluhkan biaya yang harus dikeluarkan, tapi karena butuh tempat berjualan, meski berat tetap dibayar. “Pemkab harusnya segera membenahi masalah ini, walau sudah tapi tak berlanjut,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Pasar Lakessi mengatakan, dirinya bertekad akan merubah pengelolaan dan system, serta memperbaiki SDM, sehingga bagaimana pasar bisa baik dan tertib, minimal pasar Lakessi menjadi pilihan warga Parepare.(*)






