PAREPARE, KILASSULAWESI– Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Parepare dalam menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang selalu memicu peningkatan jumlah penumpang. KSOP Kota Parepare menggelar apel siaga laut, dengan mendirikan posko angkutan laut terpadu.
Posko angkutan laut terpadu akan dimulai dari tanggal 18 Desember hingga 8 Januari 2024. Kepala KSOP Parepare Shaiful Horry mengatakan, telah melakukan persiapan dan kesiapan dalam menyambut arus kedatangan dan kepulangan penumpang di Pelabuhan Nusantara dalam menyambut Nataru.
“Dari 16 kapal yang masuk, 11 sudah kita laksanakan run check satu bulan sebelum pelaksanaan natal dan tahun baru dan alhamdulilah kami juga dukung oleh TNI Polri, Jasa Raharja, operator kapal, operator pelabuhan yang intinya memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik,” ujarnya, Jumat, 22 Desember 2023.
Ia juga memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang sebanyak 20 persen dibandingkan tahun lalu, dan kondisi itu sudah berlangsung sejak November. Shaiful memprediksi lonjakan penumpang terjadi antara 22-23 Desember 2023 sampai arus balik pada 3-6 Januari 2024.
Sementara untuk mengatasi tumpukan penumpang, pihak KSOP mengharapkan para penumpang harus memasuki terminal penumpang di pelabuhan 2 jam sebelum keberangkatan, sebab akan berhimpitan dengan kapal yang ada. Namun, ia juga telah menyiapkan langkah antisipatif apabila lonjakan itu terjadi.
“Jadi kita akan memberikan informasi yang cukup bagi calon penumpang, dan posko terpadu berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat kota Parepare,” tutupnya.
Pelabuhan Samarinda
Puncak perayaan Natal dan Tahun Baru yang jatuh pada 25 Desember dan 1 Januari 2024 seperti tahun sebelumnya telah memicu lonjakan penumpang di Pelabuhan Samarinda. Khususnya pada rute Samarinda-Parepare yang perjalanannya memakan waktu 18 hingga 20 jam. Hingga saat ini, jumlah penumpang kapal laut yang berangkat dari Pelabuhan Samarinda telah mencapai 1.599 orang, melampaui rata-rata harian pada kondisi biasa.
Kepala KSOP Kelas I A Samarinda Mursidi menyatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kepadatan penumpang selama masa mudik Nataru 2024. “Prioritas utama adalah keselamatan dengan pemeriksaan sebelum berangkat. Kami juga telah menyiapkan posko dan prasarana darat lainnya,” ungkap Mursidi.
KSOP Samarinda juga telah melakukan ramp check pada kapal, prosedur standar untuk memastikan kendaraan yang dioperasionalkan layak dari sisi administrasi maupun teknis. Koordinasi dengan Perindo dan operator kapal juga dilakukan untuk kenyamanan dan keamanan pengguna layanan transportasi laut.
Empat kapal alternatif telah disiapkan jika kapal utama mencapai kapasitas penuh. Hal ini bertujuan memastikan kelancaran perjalanan dan kenyamanan penumpang. “Saat kapal penuh, kita bisa alihkan ke kapal berikutnya dengan tujuan yang sama,” jelas Mursidi.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 23 atau 24 Desember 2023, dengan perjalanan laut dari Samarinda ke Pare-pare memakan waktu 18-20 jam. KSOP Samarinda juga telah menyiapkan kapal navigasi kelas 1 untuk mengatasi peningkatan jumlah penumpang mendekati perayaan tahun baru.
Seiring merebaknya kasus Covid varian baru, KSOP Samarinda bekerja sama dengan instansi kesehatan pelabuhan juga mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.(*)






