PAREPARE, KILASSULAWESI–Sekretaris DPD NasDem Kota Parepare, Yasser Latief (YL) akhirnya angkat bicara terkait foto yang beredar mengenai pertemuannya dengan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe, di salah satu warkop di Kota Parepare.
Dalam foto yang beredar di sejumlah grup WhatsApp tersebut, mantan Anggota DPRD Parepare itu didampingi Ketua Harian DPD II Golkar Parepare, H Kaharuddin Kadir, nampak serius mendengarkan penjelasan dari Taufan Pawe.
YL menjelaskan bahwa pertemuan itu dinisiasi oleh Calon Wakil Walikota Parepare, Rahmat Sjamsu Alam. “Saya dihubungi tiga kali oleh Pak Rahmat, dan sempat mempertanyakan apa agendanya. Kata Pak Rahmat adalah silaturahmi biasa,” ujarnya.
Kedatangannya, lanjut YL, hanya merupakan bentuk penghormatan kepada Taufan Pawe dan tidak ada sama sekali deal-deal yang terjadi. Meskipun, dalam pertemuan itu Pak Taufan menyebutkan bahwa dirinya butuh banyak dukungan agar istrinya dapat menang di Pilkada serentak 2024.
“Iya, Pak Taufan minta dukungan buat istrinya karena surveinya sudah jauh melampaui kandidat lainnya. Taufan sempat mempertanyakan apa saya mengetahui kondisi itu. Maka saya jawab jika melihat informasi di media sosial memang ada saling kejar antara istrinya dengan paslon no 3. Tapi itu referensi media sosial,” kata YL.
Pertemuan itu dilakukan minggu lalu di Cafe Gazzas. YL mengakui pula bahwa pada pertemuan itu Taufan Pawe dengan retorikanya juga menilai pertarungan di Pilkada 2024 tidak sama dengan perhelatan lima tahun lalu. Di mana, kata Taufan Pawe, pertarungan dengan NasDem kala itu betul-betul gregetnya luar biasa hingga sempat didiskualifikasi. “Itu disampaikannya sambil tertawa, dan meyakini tidak akan seperti itu lagi,” ujar YL mengenang ulang pertemuan tersebut.
Taufan Pawe, lanjut YL, begitu optimis untuk menang. Makanya sebagai kader Partai NasDem dirinya ingin membantah informasi yang beredar adanya deal-deal tersebut. “Apa yang saya mau dealkan, apa lagi hingga saat ini tak melakukan gerakan berkaitan dugaan tersebut. Belum lagi saya tak memiliki massa, bukan lagi anggota DPRD. Jadi bagaimana saya bisa mengarahkan orang lain. Makanya saya enjoy saja,” tegasnya.
“Maka sekali lagi itu hanya pertemuan biasa, dan jika ada yang memelintir pertemuan itu adalah fitnah,” tambahnya. YL pun kembali menegaskan dirinya bukan pendukung Erat dan tetap di pasangan calon urut 3 sesuai usungan Partai NasDem. “Walaupun simbol-simbol partai di paslon urut 3 diubah semuanya menjadi relawan,” ujar YL meluruskan berbagai isu yang berkembang atas postingan foto tersebut.(*)






