BONE–Panen raya jagung di Kabupaten Bone nyatanya belum menguntungkan petani. Harga jagung anjlok. Padahal Kementerian Pertanian sudah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Salah seorang petani jagung, Rudi mengaku harga jual jagung baru panen hanya Rp 3 ribu per kilogram. Bahkan ada petani yang jagungnya hanya dibeli oleh pedagang, Rp2.500 per kilogram.
Menurutnya, harga rendah ini dialami hampir semua petani di daerahnya.
“Merata, hampir semua harga sama. Kami meminta kepada pemerintah, Pak Prabowo, pak Mentan mohon solusinya,” tambanya.
Keluhan serupa datang dari Abbas yang juga petani jagung di Bone. menyebut harga jagung kering hanya Rp 4 ribu per kg, jauh dari harga yang diumumkan pemerintah.
“Padahal pemerintah telah mengumumkan harga jagung kering itu, Rp5.500 per kilogram,” tukasnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Bone, Mulyadi mendesak pemerintah daerah berkoordinasi dengan Bulog untuk membeli hasil panen sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan dalam SK Bapanas Nomor 18 Tahun 2025, yaitu Rp 5.500 per kg.
“Pemda dan bulog harusnya berkordinasi terkait harga jagung di Bone yang terus menurun. Faktor perusahaan besar yang ada di Makassar kewalahan membeli jagung yang panen serentak sekarang ini,” kata politisi PKB ini.
Mulyadi menegaskan, dirinya juga sering menerima keluhan dari para pedagang. “Informasi saya dapat dari pedagang, mereka seringkali rugi karna kadang tiga sampai tujuh hari antri di perusahaan terus barang di tolak karena alasan kadar air dan jagung sudah berjamur,” tukasnya.
Ia menegaskan, Bulog harusnya hadir menyerap hasil panen petani.
“Sehingga semua sama-sama untung. Pemerintah hadir, pedagang untuk, petani juga untung,” tutupnya.
*






