PAREPARE– Konferensi Kota (Konferkot) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Parepare semakin memanas dengan munculnya perdebatan terkait daftar 28 pemilik tetap, yang berpotensi menjadi elemen krusial dalam pemilihan Ketua PWI periode 2025–2028.
Peran strategis mereka sebagai pemegang hak suara penuh diprediksi akan menentukan arah kepemimpinan organisasi selama tiga tahun mendatang. Dalam dinamika menjelang pemilihan, manuver politik dan strategi dukungan antar kandidat menjadi sorotan utama.
Para pemilik tetap, yang terdiri dari anggota sah dengan hak suara penuh, memegang kendali dalam menentukan siapa yang akan memimpin PWI Parepare ke depan. Perebutan suara dari kelompok ini menjadi kunci utama dalam peta politik pemilihan, yang semakin menarik perhatian publik dan komunitas wartawan.
Sejumlah peserta Konferkot menekankan pentingnya transparansi dalam proses pemungutan suara. Salah satu pemilik KTA PWI seumur hidup, Andi Ahmad menegaskan bahwa keistimewaan pemilik tetap harus diimbangi dengan jaminan bahwa setiap keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan aspirasi dan kepentingan organisasi.
“Pemilik tetap memiliki hak istimewa dalam pemilihan, sehingga perlu ada jaminan bahwa keputusan mereka benar-benar mencerminkan aspirasi dan kepentingan organisasi,” ujar salah satu tokoh pers di kota kelahiran BJ Habibie tersebut.
Di tengah ketegangan ini, SC Konferkot memiliki peran penting dalam memastikan jalannya pemilihan sesuai dengan regulasi, serta menghindari potensi konflik yang dapat mengganggu integritas organisasi. Prinsip profesionalisme dan integritas menjadi nilai utama yang harus dijaga dalam setiap tahapan konferensi.
Persiapan Panitia dan Mekanisme Pemilihan
Konferensi PWI Kota Parepare dipastikan berlangsung Sabtu, 14 Juni 2025, di Lagota Kafe, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Sebagai agenda tiga tahunan, konferensi ini menjadi momentum penting bagi para wartawan untuk menentukan kepemimpinan PWI Kota Parepare ke depan.
Ketua Panitia Konferkot, Awaluddin, menegaskan bahwa seluruh peserta wajib membawa Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai syarat utama untuk berpartisipasi dalam forum. Panitia akan melakukan pemeriksaan KTA sebelum peserta masuk ke arena konferensi, guna memastikan hanya anggota sah yang dapat mengikuti seluruh tahapan pemilihan.
“Kami tegaskan kepada seluruh peserta konferensi untuk membawa KTA masing-masing. Kartu ini akan menjadi dasar keikutsertaan dan hak berkontribusi dalam forum,” ujar Awaluddin.
Akankah Konferkot Berjalan Lancar atau Semakin Memanas?
Dengan semakin dekatnya hari pemilihan, pertarungan strategi dan pendekatan politik dalam merebut suara 28 pemilik tetap diprediksi akan berlangsung intens. Semua pihak kini mencermati jalannya proses pemilihan, apakah akan berlangsung lancar sesuai mekanisme, atau justru diwarnai oleh dinamika politik yang semakin tajam.
Saat Konferkot semakin mendekati hari penentuan, semua mata tertuju pada pergerakan kandidat dan langkah-langkah yang diambil SC Konferkot dalam menjamin integritas proses pemilihan.
Akankah pemilihan kali ini menjadi cerminan dari profesionalisme dan transparansi organisasi, atau justru membawa konflik baru? Semua jawaban akan terungkap dalam konferensi yang akan segera berlangsung.(*)






