Pasar Semi Modern Lakessi Kembali Semrawut, Pedagang Klaim Bayar Kontribusi: Dugaan Ada Kekuatan Nonformal di Balik Fenomena Lapak Liar

Pasar Lakessi

PAREPARE — Ketertiban Pasar Semi Modern Lakessi kembali dipertanyakan setelah fenomena lapak-lapak liar menjamur di luar zona resmi pasar. Meskipun secara fisik menempati area tidak diperuntukkan, sejumlah pedagang mengklaim bahwa mereka membayar kontribusi untuk bisa berjualan. “Ini bukan lapak liar, kami bayar kontribusi,” ujar Irma salah satu pedagang yang ditemui, Selasa, 8 Juli, pagi tadi.

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan serius tentang kejelasan status kontribusi tersebut: apakah merupakan pungutan resmi dari pengelola pasar atau praktik pungutan liar yang luput dari perhatian aparat?

Bacaan Lainnya

Yang lebih mengkhawatirkan, situasi ini bukan kali pertama terjadi. Kondisi semrawut ini terus berulang dari waktu ke waktu, mengindikasikan adanya kekuatan besar di luar kendali pemerintahan resmi yang diduga mengatur dan mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Beberapa pihak menilai, tatanan ini telah membentuk ekosistem paralel di dalam pasar, yang seolah tidak tersentuh oleh mekanisme formal dan pengawasan dari aparat.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, pasar bisa kehilangan fungsinya sebagai ruang publik yang tertib dan inklusif. Ada pihak-pihak yang memanfaatkan kekacauan ini untuk kepentingan sendiri,” ujar salah satu warga Munir atas kondisi tersebut.

Kehadiran lapak-lapak tersebut juga mengganggu mobilitas pembeli, mempersempit ruang publik, dan menurunkan kualitas pengalaman berbelanja. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan lemahnya penertiban oleh Satpol PP dan pengelola pasar.

Kini bola ada di tangan pemerintah kota, akankah mereka membiarkan status quo ini bertahan, atau mulai membongkar jaringan kepentingan yang diduga bermain di balik “kontribusi” yang tidak jelas dasarnya? Hingga berita ini tidak ada penjelasan dari dinas terkait akan hal tersebut..(*)

Pos terkait