MAKASSAR— Pembangunan hijau bukan sekadar wacana, tapi arah strategis yang membutuhkan integrasi lintas sektor dan komitmen pemimpin daerah. Hal ini menjadi sorotan dalam Green Leadership Forum II Sulawesi Selatan, yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Selasa, 29 Juli 2025.
Forum yang mengangkat tema “Mendorong Integrasi Pembangunan Hijau dalam Perencanaan Pembangunan Daerah melalui Kepemimpinan Hijau di Sulawesi Selatan” diselenggarakan oleh Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) bersama The Asia Foundation. Dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, acara ini dihadiri 14 kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota se-Sulsel.
Salah satu kepala daerah yang menjadi sorotan dalam sesi talk show adalah Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, yang memaparkan langkah konkret Pemerintah Kota Parepare dalam menjaga lingkungan hidup.
“Kami percaya pembangunan hijau harus menyentuh level komunitas. Maka sejak awal kami rutin menggelar gerakan bersih-bersih serentak setiap Jumat di seluruh kelurahan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi soal edukasi publik dan membangun kesadaran ekologis bersama,” ujar Tasming.
Selain itu, Parepare telah menggulirkan kebijakan Alokasi Anggaran Kelurahan Berbasis Ekologi (ALAKE) sejak 2022 sebagai instrumen fiskal yang memperkuat partisipasi warga dalam pelestarian lingkungan.
Tasming menegaskan bahwa komitmen lingkungan sudah terintegrasi dalam dokumen perencanaan, terutama pada misi keenam RPJMD yang menekankan pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan tahan bencana.
“ALAKE kami prioritaskan dalam RKPD meski fiskal terbatas. Karena kami meyakini, menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi mendatang,” tutup Tasming.
Forum ini tidak hanya menjadi ruang berbagi praktik, tetapi juga panggung untuk memperkuat jejaring antardaerah dan merumuskan arah pembangunan hijau yang lebih terukur dan partisipatif.(*)






