Desa Biring Ere Ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan: Teladan Toleransi dari Pangkep

Wakil Bupati Pangkep saat menyampaikan sambutan

PANGKEP– Di tengah semangat membangun harmoni sosial, Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), resmi ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan. Penetapan ini ditandai dengan penandatanganan deklarasi bersama dan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya komitmen kolektif menjaga toleransi lintas iman.

Peluncuran ini dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pangkep yang mengusung tema “Merawat Kerukunan Tanpa Batas”. Acara dibuka oleh Wakil Bupati Pangkep, H. Abdul Rahman Assegaf, dan dihadiri oleh jajaran lintas sektor, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Ketua FKUB Provinsi Sulsel, Kepala Kemenag Pangkep, perwakilan TNI-Polri, serta pihak PT Semen Tonasa.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pangkep, Abdul Rahman Assegaf menekankan pentingnya penguatan jejaring Early Warning System (EWS) sebagai mekanisme deteksi dini potensi konflik sosial berbasis partisipasi.

“Saya percaya jejaring EWS akan efektif apabila melibatkan semua unsur: pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, hingga generasi muda. Kita ingin daerah ini menjadi laboratorium perdamaian dan rumah besar bagi seluruh warganya,” tegasnya.

Ketua FKUB Provinsi Sulsel, Prof. Muammar Muhammad Bakry, menyebut peluncuran Desa Kerukunan sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar pihak dalam menjaga harmoni sosial. “Kerjasama seluruh pihak harus semakin solid agar tercipta kehidupan masyarakat yang damai,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Kemenag Sulsel, Dr. Ali Yafid, menegaskan bahwa kerukunan adalah program prioritas nasional yang harus dijaga secara proaktif. “Kita harus menjaga hak-hak beragama demi kedamaian bersama,” katanya.

Ketua FKUB Pangkep, Abd Waqi Murtala, menyebut Desa Biring Ere sebagai contoh ideal karena dihuni oleh masyarakat lintas agama yang tetap hidup rukun dan saling menghormati. “Peluncuran ini menjadi contoh penting bagi desa lain di Pangkep,” jelasnya.

Kepala Kemenag Pangkep, Muhammad Nur Khaliq, menambahkan bahwa Desa Biring Ere akan dijadikan pilot project untuk pengembangan Desa Sadar Kerukunan di wilayah Pangkep.

“Insyaallah, ini akan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ujarnya. Dengan peluncuran ini, FKUB Pangkep berharap Desa Biring Ere dapat menjadi pelopor terciptanya masyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Sebuah langkah kecil dari desa, namun berdampak besar bagi masa depan toleransi di Indonesia.(*)

 

Pos terkait