JAKARTA— Di tengah lonjakan kasus campak yang melanda seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengirimkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Bantuan berupa 100 hygiene kit, 100 baby kit, dan 5.000 unit masker dikirimkan dari Gudang Regional PMI Gresik ke PMI Kabupaten Sumenep, khusus untuk keluarga yang anaknya sedang menjalani perawatan akibat campak.
“Bantuan ini bukan sekadar barang, tapi harapan. Kami ingin meringankan beban keluarga dan memperkuat ketahanan mereka selama masa pemulihan,” ujar Sekretaris Jenderal PMI, A.M. Fachir dalam rilis resminya, Sabtu, 30 Agustus 2025.
PMI Pusat juga mendorong optimalisasi peran relawan dan Palang Merah Remaja (PMR) dalam kampanye imunisasi, deteksi dini, dan edukasi masyarakat. Sekjen PMI menekankan pentingnya penyuluhan di sekolah, komunitas, dan media sosial agar masyarakat memahami gejala campak dan segera mencari layanan kesehatan.
Data Terkini:
– 2.139 kasus suspek campak
– 205 kasus positif
– 17 kematian
– 27 kecamatan terdampak, dengan Kota Sumenep, Kalianget, dan Batang-Batang sebagai zona merah
Kepala Markas PMI Kabupaten Sumenep, Noer Moehammad, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendistribusikan bantuan secara tepat sasaran. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pemetaan lokasi distribusi,” ujarnya.
PMI juga menekankan bahwa bantuan logistik hanyalah satu bagian dari solusi. Kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama menjadi kunci untuk menekan angka penularan dan mencegah korban jiwa lebih lanjut, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Di balik angka dan logistik, ada wajah-wajah kecil yang sedang berjuang melawan campak. PMI hadir bukan hanya membawa bantuan, tapi juga semangat gotong royong dan harapan bahwa setiap anak berhak sehat, di daratan maupun kepulauan.(*)






