AMPASTI Ledakkan Seruan #ResetParepare: Pemerintahan Kota Diduga Dikuasai Kartel Gelap

Kondisi pertemuan malam tadi di Istana Merdeka, Kota Parepare

PAREPARE — Selasa, 2 September 2025 Istana Merdeka Parepare menjadi titik nyala perlawanan moral mahasiswa terhadap dugaan oligarki yang menggurita di tubuh pemerintahan kota. Aliansi Mahasiswa Parepare Sektor Timur (AMPASTI) resmi meluncurkan gerakan #ResetParepare, menyebutnya sebagai langkah kolektif untuk membongkar dominasi kekuasaan gelap yang merusak sendi demokrasi lokal.

Dalam konsolidasi yang digelar Selasa siang, AMPASTI menuding keberadaan sosok bayangan yang mereka juluki “The Godfather” figur yang diduga mengendalikan birokrasi, memanipulasi kebijakan publik, dan mengamankan bisnis-bisnis ilegal di balik layar pemerintahan.

Bacaan Lainnya

“Kami menemukan indikasi kuat keterlibatan The Godfather dalam mengorkestrasi tiga kartel besar: BBM subsidi, narkoba, dan politik. Semua ini demi memperkuat bisnis properti yang menggurita di Parepare,” tegas Abidin, Commando Agitator AMPASTI.

AMPASTI juga mengungkap keberadaan aktor bayangan lain yang disebut sebagai “Mole”, penghubung antara kepentingan politik dan bisnis ilegal. Menurut mereka, praktik ini telah menjadikan pemerintahan kota sebagai ladang transaksi kekuasaan.

“Praktik ini bukan hanya merusak demokrasi, tapi juga mengancam kedaulatan rakyat. Pemerintahan kota telah dijadikan alat oleh kartel untuk mengeruk keuntungan,” lanjut Abidin.

Tiga kartel yang disebut AMPASTI bekerja secara sistematis dan saling melindungi:

– Kartel BBM Subsidi: Memanfaatkan kebijakan distribusi untuk mengeruk keuntungan di pasar gelap.
– Kartel Narkoba: Menjerat masyarakat kecil sekaligus menjadi sumber dana gelap kekuasaan.
– Kartel Politik: Beroperasi di tubuh legislatif untuk mengamankan proyek infrastruktur dan lahan strategis.

Namun, AMPASTI menegaskan bahwa jaringan ini tidak berdiri sendiri. Di balik layar, terdapat tim sukses yang beroperasi melalui konsultan politik, yang diduga menjadi arsitek strategi elektoral sekaligus penjaga kepentingan oligarki.

“Konsultan politik bukan sekadar penyusun narasi kampanye. Mereka menjadi jembatan antara modal, kekuasaan, dan legitimasi publik. Tim sukses yang berafiliasi dengan mereka berperan mengamankan posisi, mengatur opini, dan menyusun skenario politik yang menguntungkan kartel,” ungkap Abidin.

Sebagai bentuk perlawanan, AMPASTI menyerukan istighosah kebangsaan di seluruh kampus pada 3–5 September 2025. Gerakan ini mengajak tokoh agama, pemuda, perempuan, dan masyarakat sipil untuk bersatu melawan dominasi oligarki.

“#ResetParepare bukan sekadar tagar. Ini adalah gerakan moral untuk memutus mata rantai kartel yang telah merusak wajah pemerintahan kota,” pungkas Abidin.(*)

Pos terkait