TMMD ke-126 di Majene: Merajut Asa, Membangun Negeri dari Desa

Di bawah langit Majene yang cerah pada Rabu, 8 Oktober 2025, gema semangat gotong royong kembali menggema dari Pendopo Rumah Jabatan Bupati. TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 resmi dibuka, menandai dimulainya babak baru pembangunan berbasis kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Catatan: Andri Hidayat

Bacaan Lainnya

Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E., M.M., dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting lintas sektor.

Hadir dalam pembukaan, Anggota DPR RI Ajbar Abd Kadir, Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf Abd. Rahman, dan Dandim 1401/Majene Letkol Czi I Made Bagus Asmara Putra, S.T., M.I.P., menunjukkan bahwa TMMD bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama. Dari aparat keamanan hingga tokoh agama dan pemuda, semua elemen bersatu dalam satu tekad: membangun desa, memperkuat bangsa.

Letkol Czi I Made Bagus Asmara Putra dalam laporannya menyampaikan bahwa TMMD kali ini menyasar dua desa strategis: Pemboboran di Kecamatan Banggae dan Balombong di Kecamatan Pamboang. Program ini tak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun harapan melalui penyuluhan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat.

“TMMD ke-126 ini akan fokus pada peningkatan infrastruktur desa serta memberikan penyuluhan dan pelatihan yang dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” tegasnya.

Tak hanya simbolik, TMMD ke-126 langsung menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Kementerian Pertanian RI menyalurkan dua unit traktor, sementara Ajbar Abd Kadir menyerahkan 50 unit mesin pompa air untuk mendukung produktivitas petani. Bantuan ini bukan sekadar alat, melainkan harapan yang ditanam di ladang-ladang Majene.

Usai upacara, Bupati Majene bersama rombongan meninjau langsung lokasi TMMD di Desa Pamboborang. Di sana, bantuan diserahkan secara simbolis: paket sembako untuk 25 keluarga, perlengkapan bayi dari Kementerian Sosial untuk 30 penerima, dan bibit mangga untuk petani di enam dusun. Dari dapur hingga kebun, TMMD hadir sebagai sahabat pembangunan.

Dalam amanatnya, Bupati Andi Achmad Syukri mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi. TMMD bukan hanya milik TNI atau pemerintah, tetapi milik rakyat. Gotong royong menjadi jantung dari setiap kegiatan, menghidupkan kembali semangat kolektif yang menjadi warisan budaya Mandar. “Mari kita gotong royong, bahu membahu, demi mewujudkan Majene yang maju, mandiri, dan berbudaya,” seru beliau.

TMMD ke-126 bukan sekadar proyek pembangunan. Ia adalah narasi tentang harapan, tentang desa yang tak lagi dipandang pinggiran, tetapi sebagai pusat pertumbuhan. Ia adalah bukti bahwa ketika TNI, pemerintah, dan rakyat bersatu, maka pembangunan bukan mimpi, melainkan kenyataan yang bisa disentuh.

Majene hari ini bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau irigasi. Ia sedang membangun kepercayaan, membangun semangat, dan membangun masa depan. TMMD adalah benang yang menyulam Indonesia dari desa dengan cinta, kerja nyata, dan semangat kebersamaan.(*)

Pos terkait