Kerahkan Alat Berat Ketua DPRD dan Para Anggota Komisi Terkait Bersihkan Sampah di Pasar Wonomulyo

POLMAN,— Ketua dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari komisi I,III,dan komisi IV serta DLHK turun langsung melihat dan menangani tumpukan sampah yang sempat viral di media sosial. Penumpukan sampah tersebut terjadi di kompleks Pasar Wonomulyo dan diperkirakan mencapai puluhan ton.

Ketua DPRD dan Para anggota dewan tersebut meninjau langsung proses pengangkutan sampah di lokasi.Ini merupakan respons atas keluhan masyarakat serta pemberitaan yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, DPRD Polman mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses pengangkutan sampah yang menggunung di area pasar. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas kondisi lingkungan pasar yang dinilai sudah mengganggu aktivitas jual beli dan kebersihan.

Ketua DPRD Polman Fahry Fadly menyampaikan bahwa penanganan sampah di Pasar Wonomulyo tidak bisa hanya bersifat sementara. Menurutnya, diperlukan langkah berkelanjutan, mulai dari penambahan fasilitas kontainer sampah, pengangkutan rutin setiap hari, hingga penataan titik pembuangan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Ini bukan sekadar pembersihan, tetapi bagian dari upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah di pasar. Kami minta dinas terkait dan pemerintah kecamatan lebih proaktif,” ujarnya saat meninjau proses pembersihan sampah dengan menggunakan alat berat Rabu 07 Januari 2026

Selain pengerahan alat berat, DPRD juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersama pihak kecamatan untuk memperketat pengawasan serta melakukan sosialisasi kepada pedagang dan warga sekitar agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Dalam waktu dekat ini, Fahry akan memanggil DLHK, Dinas Perindag dan Satpol PP serta pemerintah kecamatan untuk membahas secara khusus solusi jangka pendek dan jangka panjang dalam penanganan sampah di Pasar Wonomulyo.

Langkah turun langsung ke lapangan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sampah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Camat Wonomulyo, Samiaji, menjelaskan bahwa penumpukan sampah bukan disebabkan oleh kelalaian petugas, melainkan dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem.

Sejak pergantian tahun, wilayah Wonomulyo dan sekitarnya diguyur hujan deras secara terus-menerus sehingga menyebabkan kondisi jalan licin dan berisiko bagi kendaraan pengangkut sampah.

“Curah hujan yang tinggi membuat akses jalan licin dan rawan. Sopir truk pengangkut sampah khawatir jika dipaksakan, kendaraan bisa tergelincir bahkan terguling,” ujar Samiaji.

Hal senada disampaikan Kepala DLHK Polewali Mandar, Mohammad Jumadil Tappawali, Ia menegaskan bahwa kendala utama dalam proses pengangkutan sampah adalah cuaca ekstrem yang menyulitkan petugas di lapangan.

“Penumpukan sampah di Wonomulyo bukan semata-mata karena kelalaian petugas, tetapi akibat cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir. Intensitas hujan yang tinggi membuat proses pengangkutan tidak berjalan maksimal,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah lebih lanjut, DLHK telah menempatkan bak kontainer sampah di depan SMK YPP dan Di Pasar Ikan Wonomulyo sebagai langkah sementara. Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dengan adanya bak kontainer. menurut salah seorang pemilik toko di pasar ikan dan depan SMK YPP menyambut baik upaya pemasangan kontainer dan berharap masyarakat tidak membuang di luar kontainer.

“Sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap masyarakat lebih sadar dan ikut menjaga kebersihan lingkungan,” tambah Mohammad Jumadil.

Proses pembersihan sampah di lokasi berjalan aman dan lancar adapun anggota dewan yang turut hadir di antaranya Agus Pranoto, Ilham, Sarina, H. Lisda, Bungaranna, dan Ainun. Hadir pula beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Kepala Dinas PUPR, Kepala DLHK, serta Camat Wonomulyo.

Pemerintah daerah berharap ke depan terjalin kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat dan pemerintah kabupaten dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami berharap ada kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah kabupaten sehingga persoalan sampah ini bisa kita tangani dan selesaikan dengan baik,” tutupnya.(*)

Pos terkait