Produksi Jalan, Buruh Digantung: Semen Tonasa Disorot

Aksi Federasi Pekerja Outsourcing Semen Tonasa

PANGKEP– PT Semen Tonasa kembali digugat di jalanan. Bukan oleh pesaing, melainkan oleh 850 pekerja outsourcing yang setiap hari menggerakkan roda produksi, namun justru merasa diperlakukan sebagai tenaga murah tanpa kepastian.

Selasa, 3 Februari 2026, pagi mereka turun ke jalan menuntut hak yang mestinya sudah lama dijamin upah layak, status kerja jelas, dan transparansi kontrak.

Bacaan Lainnya

Aksi damai yang digelar Federasi Pekerja Outsourcing Semen Tonasa sejak pukul 07.00 WITA, bergerak dari kantor pusat perusahaan menuju DPRD Pangkep. Dengan spanduk dan pengeras suara, pekerja menegaskan perusahaan sebesar Semen Tonasa tidak boleh bersembunyi di balik vendor ketika kesejahteraan buruh dipertaruhkan.

Meski surat pemberitahuan resmi sudah diajukan ke Polres Pangkep sejak 31 Januari 2026, tuntutan pekerja hingga kini belum mendapat jawaban jelas dari manajemen PT Semen Tonasa.

Padahal, tiga poin utama yang disuarakan menyentuh inti hubungan industrial:

1. Upah Layak 2026

Penyesuaian upah yang tidak sesuai rumusan 2025 membuat pekerja merasa dirugikan. Vendor-vendor mitra disebut sebagai pihak teknis, namun publik menilai tanggung jawab utama tetap berada di tangan PT Semen Tonasa sebagai induk perusahaan.

2. Status Kerja PKWT ke PKWTT

Berdasarkan PP No. 35 Tahun 2021, masa kerja lebih dari lima tahun seharusnya beralih ke PKWTT. Ketidakjelasan status ini dianggap sebagai bentuk pembiaran dari perusahaan terhadap ketidakpastian nasib pekerja.

3. Evaluasi Unit Pengelola Outsourcing

Kontrak yang dibuat oleh bagian SDM PT Semen Tonasa dinilai lebih menguntungkan vendor ketimbang pekerja. Transparansi dan keadilan yang diharapkan justru terhalang oleh kebijakan internal perusahaan.

Aksi ini kembali menegaskan bahwa PT Semen Tonasa tidak bisa lagi menutup mata. Di balik 850 pekerja outsourcing, ada wajah-wajah yang setiap hari menopang produksi semen, namun masih menunggu kepastian atas masa depan mereka.

Publik kini menunggu, apakah Semen Tonasa akan menjawab dengan langkah nyata, atau justru membiarkan reputasi perusahaan terkikis oleh ketidakpedulian terhadap buruhnya sendiri.(*)

 

Pos terkait