JAKARTA– Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menerima kunjungan pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) yang dipimpin Ketua Umum Al Busyra Basnur di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026, malam tadi.
Pertemuan tersebut menyoroti perkembangan situasi global, khususnya konflik di Timur Tengah, serta peran diplomasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Dalam diskusi, ICWA menyampaikan pandangan terkait dinamika internasional, termasuk serangan Israel yang didukung Amerika Serikat terhadap Iran. Al Busyra menegaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan lebih aktif dalam penyelesaian konflik internasional, bahkan mengusulkan penyelenggaraan konferensi darurat oleh Gerakan Non-Blok.
“Indonesia memiliki kemampuan, kredibilitas, dan kapasitas untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang bermuara pada perdamaian,” ujar Al Busyra. Ia juga menekankan harapan besar komunitas internasional terhadap PBB dalam mendorong kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.
Jusuf Kalla menyoroti dampak konflik Iran–Israel–Amerika terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik akan memengaruhi subsidi energi, biaya logistik, hingga nilai tukar rupiah. “Efeknya ke mana-mana, termasuk subsidi, logistik, nilai tukar rupiah, sampai saham,” kata Kalla.
Selain itu, ICWA juga menyinggung polemik Board of Peace (BOP) yang dinilai menimbulkan perdebatan di dalam maupun luar negeri. Al Busyra menyarankan pemerintah mengkaji ulang keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut.
“Setelah melihat perkembangan dan isi dari BOP serta berbagai polemik yang muncul, kami menyarankan pemerintah mempertimbangkan keluar dari BOP,” tegasnya.
Kalla menambahkan, tujuan utama setiap forum internasional seharusnya mendorong perdamaian, bukan memperuncing konflik. “Niat baiknya tentu untuk perdamaian. Tapi yang lebih penting adalah praktiknya di lapangan,” ujarnya.
Pertemuan ini menegaskan kembali pentingnya prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dalam merespons dinamika global. Indonesia diharapkan terus memainkan peran diplomatik untuk menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. (*)






