PANGKEP– Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berlangsung penuh dinamika. Forum akhirnya menetapkan H Mustakim sebagai ketua formatur setelah unggul tipis atas Ketua DPC PPP Pangkep saat ini, Umar Haya, melalui mekanisme voting.
Ketua Panitia Muscab, Muhammad Sakir, membenarkan hasil penghitungan suara. Dari total 14 suara yang berasal dari 13 PAC ditambah satu unsur DPC, satu suara dinyatakan batal. “H Mustakim meraih 7 suara, sementara Umar Haya memperoleh 6 suara,” jelasnya, Ahad, 26 April 2026.
Selain Mustakim, formatur juga diisi oleh Ketua PAC Tondong Tallasa, Muh Idrus, serta Ketua PAC Ma’rang, Amiruddin Siame. Tiga formatur ini diberi mandat menyusun kepengurusan baru DPC PPP Pangkep periode 2026–2031.
Dalam keterangannya, H Mustakim menegaskan bahwa Muscab bukan ajang pemilihan ketua, melainkan pembentukan tim formatur. “Formatur akan bekerja melalui musyawarah mufakat dengan mempertimbangkan kriteria organisasi. Hasilnya nanti direkomendasikan ke DPW dan ditetapkan oleh DPP PPP,” ujarnya.
Secara keseluruhan, formatur terdiri dari lima unsur yakni satu dari DPP secara ex officio, satu dari DPW, satu dari pengurus harian DPC, serta dua dari PAC. Mereka memiliki kewenangan penuh merumuskan komposisi kepengurusan mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga struktur lainnya.
Muscab PPP Pangkep kali ini mengusung tiga agenda utama yakni evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, perumusan program kerja lima tahun ke depan, serta pembentukan formatur sesuai Peraturan Organisasi (PO) Nomor 16 Tahun 2025.
Suasana Muscab sendiri berlangsung cukup hangat, dengan perdebatan dan dinamika antar peserta yang mencerminkan semangat demokrasi internal partai. Meski hasilnya ditentukan melalui votting dengan selisih satu suara, seluruh pihak menegaskan komitmen untuk menjaga soliditas dan kebersamaan dalam menyusun kepengurusan baru.
Terpisah, Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi Amir, usai membuka Muscab serentak di 20 kabupaten/kota secara virtual pada Sabtu, 25 April 2026 menegaskan bahwa Muscab merupakan bagian penting dari proses konsolidasi partai dalam menghadapi tahapan pemilu yang semakin dekat.
Menurutnya, struktur DPC yang terbentuk harus mampu bergerak cepat, terutama dalam menyiapkan administrasi kepartaian untuk proses verifikasi oleh penyelenggara pemilu. Dengan tantangan verifikasi yang semakin ketat, PPP dituntut tidak hanya solid secara struktur, tetapi juga aktif menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat akar rumput.
Dengan hasil tipis satu suara, Muscab PPP Pangkep menegaskan pentingnya konsensus dan musyawarah dalam menentukan arah kepengurusan partai di daerah. (*)






