KILASSULAWESI.COM, PAREPARE — Wakil Walikota Parepare H Pangerang Rahim membuka secara resmi workshop pengelolaan masjid dan pelatihan muballigh yang berlangsung di rumah jabatan Walikota, Rabu 22 Januari 2020.
Wakil Walikota didampingi Ketua TP PKK Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan, Sekretaris Dewan Masjid Provinsi Sulsel, Hasit Hasan Palogai dan Kepala Kementerian Agama Parepare, Abdul Gaffar memberikan sambutan sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari yang digelar Forum Komunikasi Mubaligh dan Pengurus Masjid Kota Parapare (FKMPM)
Wakil Walikota, Pangerang Rahim dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan pengelolaan masjid yang profesional dan mandiri hingga menghasilkan fungsi kontrol masjid. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid sekaligus menjadi wadah perumusan masalah umat. “Masjid harus menjadi tempat ibadah yang untuk kemakmuran umat, sekaligus sebagai tempat merumuskan masalah agama dan pendorong peningkatan usaha umat yang berbasis syariah,” jelasnya.
Pemkot kata dia memiliki perhatian besar dalam kemakmuran masjid. Sebagai wujudnya Pemerintah memberikan apresiasi kepada Imam Masjid, Pegawai Syara dan Muballigh. “Saya harap peran serta mesjid untuk menangkal kemerosotan moral, narkoba dan pergaulan bebas,” tegasnya
Ketua Forum Komunikasi Mubaligh dan Pengurus Masjid (FKMPM) Kota Parapare Abdullah, mengatakan pembukaan pelaksanaan workshop pengelolaan masjid melibatkan peserta 150 dari pengurus masjid. Pelatihan tersebut diharapkan menghasilkan pengelolaan masjid yang profesional dan terwujudnya masjid yang lebih makmur dan menyejukkan jemaah.
Selain workshop pengelolaan masjid, kata Abdullah, panitia juga menggelar pelatihan muballigh dan muballigha dengan melibatkan 75 orang mubaligh se-kota Parepare. “Mudah-mudahan ada hasil dan amal jariahnya, karena seluruh isi ceramah akan dicetak dalam bentuk buku,” ujar dia
Dalam kegiatan juga digelar penyusunan silabus yang juga dicetak menjadi buku dengan harapan dapat menjadi referensi. “Kegiatan ini kami harapkan dapat membantu Pemkot Parepare dalam mewujudkan Parepare sebagai kota pencetak santri dan ulama,” tandasnya.(wal)






