KILASSULAWESI.COM, PAREPARE — Gedung Pemuda yang bakal dijadikan Gedung Rektorat Institut Tekhnologi Habibie (ITH) Parepare dinilai tidak terurus.
Hal tersebut diungkapkan Anggota komisi III DPRD Kota Parepare, Andi Fudail saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa, 11 Februari. Andi Fudail menjelaskan, bangunan tersebut sudah lama terbangun tapi tidak juga difungsikan.
“Bangunan itu sering menjadi tempat kumpul anak-anak dan diduga melakukan hal-hal negatif di tempat itu. Kalau bisa Pemkot harusnya membuatkan pintu di sana,” kata legislator PKB itu.
Ketua Komisi III DPRD Parepare, Rudy Nadjamuddin mengatakan, gedung tersebut harus diperjelas statusnya. “Apakah itu milik Yayasan Habibie Center atau milik pemerintah. Karena tidak bisa APBD membiayai yayasan, kalau asetnya sudah dimiliki pemda baru bisa membangun apa saja disana,” kata Rudy.
Sementara, Kepala Badan Keuangan (BKD) Pemkot Parepare, Jamal Achmad, menyebutkan, Gedung Pemuda memang awalnya milik Yayasan Habibie Center dan sudah dihibahkan kepada Pemkot.
“Gedung itu sementara proses disertifikatkan, dan akan dikirim di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) yakni gedung pemuda sebagai rektorat ITH dan BKPSDM sebagai ruang perkuliahannya,” pungkasnya.(mg2)






